Pos AL Painan Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan Kapal Pengangkut Wisatawan

Pos AL Painan Minta Pemda Tingkatkan Pengawasan Kapal Pengangkut Wisatawan Pos Angkatan Laut (Pos AL) Painan saat memantau keberadaan kapal pengangkut wisatawan di daerah itu, Selasa (10/12/2019)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Pos Angkatan Laut (Pos AL) Painan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) meminta Pemerintah Darah meningkatkan fasilitas kapal pengangkut wisatawan di Kawasan Pantai Carocok Painan.

Danpos AL Painan, Pembantu Letnan Dua (Pelda), Iwan mengatakan, rata-rata sekitar 116 kapal pengangkut wisatawan yang ada di Kawasan Wisata Pantai Carocok Painan tidak memiliki jaket pelampung.

Dimana menurutnya, itu sangat lemah dalam pengawasan terjadinya resiko kecelakaan bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata laut yang ada di daerah ini.

"Jadi dari Pos AL Painan mengajak pemda untuk memfasilitasi seluruh kapal wisata menyediakan jaket pelampung sebagai alat safety pengunjung saat melakukan penyeberangan di carocok painan," ungkapanya pada Covesia.com, Selasa (10/12/2019)

Ia menambahkan, kelalaian yang dilakukan oleh pelaku usaha kapal atau penggiat kapal wisata yang tidak menyediakan jaket pelampung itu, tidak boleh dibiarkan. 

Sebab, hal itu merupakan salah satu sarana untuk mengantisipasi korban saat kecelakaan.

"Tujuan kami sebagai antisipasi kecelakaan dan menjaga keselamatan pengunjung wisata. Jangan sampai kecelakaan pada kapal wisata dan merenggut korban jiwa," ujarnya.

Lanjutnya, pihaknya mengingatkan kepada Pemkab setempat untuk melengkapi fasilitas pengamanan laut bagi wisatawan.  

"Karena kawasan wisata laut. Kita berharap kelengkapan fasilitas pengamanan harus dilengkapi," tutupnya.

Sementara, Pelaku Kapal Wisata di Painan mengakui, pihaknya belum bisa menyediakan jaket pelampung tersebut. 

Karena sejauh ini pihaknya selaku pelaku usaha hanya mengandalkan bantuan dari Pemkab. Namun, hingga saat ini belum ada dari Pemkab setempat.

Menurutnya, minimnya sarana pelampung tersebut, juga memicu kurangnya wisatawan menggunakan jasa kapal untuk menyeberang.

"Bahkan, dulunya ada juga yang menolak. Kerena takut dengan tidak adanya jaket pelampung yang kami sediakan," singkatnya.

Kontributor: Indrayen Putra


Berita Terkait

Baca Juga