Sepanjang Tahun 2019, Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran 156 Kilogram Ganja

Sepanjang Tahun 2019 Polres Pasaman Berhasil Gagalkan Peredaran 156 Kilogram Ganja Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya (Doc. Covesia)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat berhasil menggagalkan peredaran Narkoba Golongan I jenis Ganja kering sekitar 156 Kilogram sepanjang bulan Januari hingga Desember 2019 ini.

Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya mengatakan seluruh Barang Bukti (BB) Ganja itu diamankan dari 21 kasus Narkoba yang berhasil diungkap oleh jajarannya.

"156.448,81 Gram atau 156 Kilogram Ganja kering dan 71,52 Gram Sabu-sabu. Dari 21 kasus Narkoba yang diungkap turut diamankan 29 tersangka. 16 kasus sudah tahap II, 2 kasus tahap penyelidikan dan satu kasus proses penyidikan. Karena satu tersangka ini berhasil kabur saat diburu aparat dan sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," terang AKBP Hendri Yahya, didampingi Kasatres Narkoba, Iptu Syafri Munir, Rabu (11/12/2019).

AKBP Hendri Yahya menyebutkan untuk kesekian kalinya tetap akan menyatakan 'perang' terhadap berbagai bentuk peredaran Narkoba yang terus meningkat didaerah itu.

"Jumlah ini sangat fantastis. Kita dapat bayangkan puluhan ribu jiwa masyarakat Pasaman terselamatkan dari ancaman barang haram ini. Kami bersama jajaran terus berkomitmen tidak akan memberikan peluang sedikitpun kepada pelaku jika sudah masuk wilayah hukum Pasaman," katanya.

Dari data putusan sidang yang sudah incrach kata dia semua terdakwa Narkoba juga diputus hakim dengan hukuman sangat berat.

"Kita harapkan hukuman seberat-beratnya. Semua hukuman berkisar 10 tahun hingga 20 tahun, sesuai perbuatannya masing-masing. Bahkan untuk tersangka yang ditangkap membwa 78 kilogram Ganja kemaren kalau bisa kita tuntut hukuman seumur hidup. Agar memberikan efek jera bagi mereka, dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lain untuk tidak tertarik sama yang namanya Narkoba," tegasnya.

Pihaknya menyadari tanpa bantuan dan kerjasama semua lapisan masyarakat maupun stakeholder lainnya pemberantasan Narkoba didaerah itu tidak akan terwujud.

"Ini harus jadi PR kita bersama. Bahu-membahu sembari memikirkan bersama alternatif lain dalam pemberantasan Narkoba ini," tutupnya.

(eri/nod)


Berita Terkait

Baca Juga