Mahyeldi Bantah Tidak Siap Laksanakan Penas Tani 2020

Mahyeldi Bantah Tidak Siap Laksanakan Penas Tani 2020 Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah (dok.pribadi)

Covesia.com - Pelaksanaan Penas Tani diawal direncanakan diselenggarakan di kota Padang. Namun, hal tersebut tidak akan terjadi karena Penas Tani akan dipindahkan ke Padang Pariaman.  Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Padang telah siap baik dari segi anggaran, tempat, bahkan perumahan masyarakat.

“Saya heran dari mana informasi yang mengatakan masyarakat Kota Padang tidak siap untuk pelaksanaan Penastani,” ungkap Mahyeldi, di Padang, Rabu (11/12/2019).

Walikota Padang itu sudah menyampaikan kepada sekjen kementerian pertanian bahwasanya dalam kesiapan penas tani kota Padang tidak ada masalah. 

“Kami merasa heran dan tidak tau apa motifnya hingga dipindahkannya lokasi Penas Tani,” ungkapnya.

Ia menyarankan pihak manapun untuk meninjau persiapan pemkot Padang untuk Penas Tani. Ia mengatakan bahkan untuk PDAM lima ribu rumah digratiskan. Tak hanya itu, anggaran untuk memback up rumah masyarakat juga disiapkan. “Itu semua disiapkan untuk peserta Penas Tani terjaga makannya, lauk pauknya ini bukti niat kita,” ujarnya.

Mahyeldi juga mempersilahkan daerah lain untuk membandingkan bagaimana kesiapan mereka untuk Penas Tani ini. “Namun saya heran kenapa ada persamaan anggaran jangan-jangan sudah lama diniatkan untuk memindahkan bukannya kemarin,” ujarnya.

Walikota Padang itu menuturkan ada masyarakat yang datang pada sekretaris daerah. “Siapa yang mengatakan kami dari masyarakat kecamatan koto tangah, nanggalo dan kuranji tidak siap,” ungkap masyarakat padanya.

Terjadi rapat tanggal 2 Desember di Jakarta, “Saya selaku walikota Padang ketika mengambil Penas Tani ini saya hadir dan saya komunikasikan kepada kementerian dan KTNA dan setelah mengambil keputusan saya tidak diundang sementara membahas Penas Tani,” terangnya.

Mahyeldi menanyakan bagaimana keadilan ketika mengadili seseorang kemudian yang bersangkutan tidak hadir. “Sementara pihak lain dihadirkan maka saya bilang ada keanehan yang terjadi. Keputusan ini tidak benar dan terkesan emosional, jangan karena tidak suka dengan seseorang menyebabkan kegiatan ini rusak dan bukan perilaku yang baik,” tutupnya.

Kontributor: Laila Marni


Berita Terkait

Baca Juga