Respons Humas Soal Perjalanan Gubernur Sumbar ke Luar Negeri

Respons Humas Soal Perjalanan Gubernur Sumbar ke Luar Negeri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Dok.Covesia)

Covesia.com - Perjalanan Dinas Gubernur ke berbagai negara mendapat perhatian dari berbagai pihak, salah satunya dari DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade. Sehingga Andre menginstruksikan fraksi Gerindra untuk memberikan hak interpelasi perjalanan dinas Gubernur Sumbar.

Dikonfirmasi Covesia kepada Kepala Biro Kerja Sama Rantau, Luhur Budianda, Sabtu (14/10/2019), Luhur hanya memberikan keterangan tertulis yang langsung ditulis oleh Kepala Biro Humas, Jasman Rizal. “Perjalanan Gubernur Sumbar yakninya memaksimalkan potensi daerah,” tulisnya.

Lebih lanjut, Jasman menjelaskan untuk menyejahterakan masyarakatnya kepala daerah harus melakukan terobosan baru tidak bisa mengandalkan APBD saja. Salah satunya ialah menarik investor tidak hanya dalam negeri bahkan dari luar negeri.

Jasman menuturkan bahwa kerja sama daerah dengan lembaga dan atau pemerintah daerah di luar negeri dapat melalui berbagai bidang antaranya, pengembangan ilmu pengetahuan, pertukaran budaya, peningkatan kemampuan teknis dan manajemen pemerintahan, promosi potensi daerah dan, kerja sama lain yang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jasman mengatakan, Sumbar memiliki berbagai sektor unggulan antaranya pariwisata, energi terbarukan, perikanan, perkebunan, dan masih banyak yang lainnya. “Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah membutuhkan investasi untuk mengembangkan sektor tersebut agar tercapainya pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Sepanjang 2010-2017, penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) terus meningkat. Tak hanya itu, di tahun 2018, total investasi yang masuk ke Sumbar mencapai 4,7 triliun rupiah atau mencapai 112 persen dari target Rp 4,1 triliun.

 “PMDN sebesar Rp 2,3 triliun memang lebih rendah dari target yang ditetapkan yakni Rp 3,4 triliun. Namun, untuk PMA mencapai realisasi 341 persen dari target, yakni 180 juta dolar AS dari target yang hanya 52 juta dolar AS,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Jelaslah dengan adanya kunjungan ke luar negeri berbagai acara tiap tahunnya terjadi peningkatan modal di Sumbar,” jelasnya.

Setidaknya kunjungan balasan dari Negara yang dikunjungi menindaklanjuti kerja sama yang dimaksud, yakni dari Maroko, Norwegia, Amerika Serikat, Australia, Korea, Jepang dan lain-lain.

Di akhir keterangannya ia menekankan bahwa kunjungan kerja Gubernur Sumbar ke luar negeri ialah upaya untuk memaksimalkan seluruh potensi yang dimiliki. “Itu bukan pelesiran, sebab selama berkunjung selalu memiliki agenda yang sangat padat dan tidak ada waktu luang,” jelasnya.

Baca juga: 

Soal Hak Interpelasi ke Gubernur Sumbar, Pengamat: Seharusnya Sudah Sejak Dulu

- Ketua DPD Gerindra Minta Mendagri Tito Investigasi Perjalanan Dinas Gubernur Sumbar ke Luar Negeri

Ketua DPRD Sumbar: Tak Hanya Perjalanan Dinas Gubernur, Hak Interpelasi Juga Dikembang ke BUMD

Kontributor: Laila Marni

Berita Terkait

Baca Juga