Akui Belum Bayar Gaji Karyawan, Plt Direktur PT Grafika Jaya Sumbar: Perusahaan Belum Punya Uang

Akui Belum Bayar Gaji Karyawan Plt Direktur PT Grafika Jaya Sumbar Perusahaan Belum Punya Uang Kantor PT Grafika Jaya Sumbar. (Dok. Covesia)

Covesia.com – Plt Direktur PT Grafika Jaya Sumbar Alizar Munir mengakui bahwa pihak perusahaan memang belum membayarkan gaji karyawan untuk Agustus dan Oktober 2019.

“Soal gaji di perusahaan wajar tertunda,” ujarnya saat ditemui di ruangannya di PT Grafika Jaya Sumbar di Jalan Kis Mangunsarkoro Padang, Selasa (31/12/2019).

Alizar mengatakan bahwa pihak perusahaan belum mempunyai uang untuk membayarkan gaji karyawan.  Hal ini dikarenakan pelanggan PT Grafika Jaya Sumbar ada yang belum membayarkan tagihan.

Baca juga: Soal Permasalahan di Grafika Sumbar, Ini Tanggapan Ombudsman

Di dalam bisnis percetakan, uang akan dibayarkan oleh para pelanggan setelah produk dicetak dan diantarkan. “Awak manggaleh, besoklah dibayia (Kami berdagang, besoklah dibayar). Itu sudah biasa dalam bisnis,” ujarnya.

Kemudian, kata Alizar, uang yang didapat dari pembayaran pelanggan akan diutamakan untuk membayar rekening listrik dan air serta pengadaan bahan. Tujuannya agar kegiatan operasional dapat berjalan seperti biasa.

“Karena kita kan manggaleh (berdagang) jasa. Kita menerima cetakan dari luar. Orang mengasih uang Rp100 juta, tentu kita belikan ke bahan dulu,” ujarnya.

Alizar membantah ada partai politik yang berutang uang tagihan kepada PT Grafika Jaya Sumbar. Meski demikian, dia mengakui bahwa ada instansi pemerintah yang menunda pembayaran tagihan. “Itu wajarlah. Kini kan anggarannya ada yang multi year. Kan gitu ndak?” ujarnya.

Baca juga: Tak Bayarkan Gaji Karyawan, DPRD Sumbar Akan Panggil Pihak Grafika

Tambahannya pula, di akhir tahun ini, orderan PT Grafika Jaya Sumbar memang mandek.

Selain itu, karena gaji belum dibayar, pihak perusahaan membolehkan para karyawan untuk meminjam uang kepada perusahaan. Ada yang Rp100 ribu, ada pula yang Rp300 ribu.

“Cuma dalam hal tertentu tentu kita menunggu tagihan masuk. Mana keuntungannya, itulah yang kita bayarkan,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait surat edaran tentang penetapan jam kerja baru, Alizar mengatakan bahwa itu hanya shock terapy kepada karyawannya agar lebih giat dan sungguh-sungguh lagi bekerja. “Sudah ditinjau ulang,” ujarnya.

Alizar mengatakan bahwa jam kerja karyawan akan tetap berlaku seperti biasa, yakni Senin-Jumat, sesuai dengan surat kontrak karyawan. Artinya, penetapan jam kerja baru itu sudah dicabut.

Selain penunggakan gaji dan penetapan jam kerja baru, Alizar juga berkomentar tentang uang iuran BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayarkan perusahaan. Alizar mengakui PT Grafika Jaya Sumbar belum membayarkan iuran BPJS Ketenagakerjaan untuk para karyawannya sejak Februari tahun 2019.

Meski demikian, pihak perusahaan telah mendatangi BPJS Ketenagakerjaan. Pihak PT Grafika Jaya Sumbar sudah membuat kesepakatan dengan BPJS Ketenagakerjaan bahwa pihak perusahaan akan menyicil pembayaran BPJS Ketenagakerjaan para karyawannya.

Baca juga: Grafika Sumbar Dituding Menunggak Gaji, BPJS Ketenagakerjaan dan Tak Bayar Pesangon Karyawan

“Pihak perusahaan juga akan mebayar dendanya juga ke BPJS,” ujarnya.  

Terkait gaji karyawan yang dipotong untuk itu, Alizar mengatakan bahwa uang tersebut tidak akan disalahgunakan. “Tetap digunakan untuk itu,” ujarnya.

Alizar mengatakan bahwa pihak perusahaan berjanji akan membayarkan BPJS Ketenagakerjaan para karyawan meski dengan cara menyicil hingga karyawan yang di-PHK bisa mengklaim BPJS Ketenagakerjaannya.

(rul/adi)

Berita Terkait

Baca Juga