Antisipasi Jatuhnya Korban, BKSDA Agam Imbau Warga Tidak Mendekati Sarang Buaya

Antisipasi Jatuhnya Korban BKSDA Agam Imbau Warga Tidak Mendekati Sarang Buaya Tampak seekor Buaya yang diduga sedang bertelur di kawasan kebun Sawit warga di Agam, Jumat (17/1/2020)(Foto: dok.bksda)

Covesia.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Mengimbau masyarakat khususnya yang berada di Jorong Ujuang Labuang, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Raya, untuk tidak mendekati atau berada di sekitar lokasi kebun sawit yang digunakan seekor Buaya untuk bertelur.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) BKSDA Agam, Ade Putra mengatakan, Pihaknya sudah memasang plang peringatan serta batas pengaman agar tidak didekati masyarakat.

"Kemarin kita mendapat laporan dari warga bahwa ada Buaya yang diduga sedang bertelur di kawasan kebun sawit yang berjarak sekitar 400 meter dari pemukiman, jadi hari ini kita melakukan peninjauan," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com, Jumat (17/1/2020).

Dijelaskan Ade, kawasan tersebut memang sering digunakan hewan dengan nama latin "Crocodylus porosus" itu untuk berkembang biak, bahkan lokasi tempat bertelur tidak jauh dari tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan prilaku dan kebiasaan, buaya bertelur mencapai jumlah 500 butir dan akan menetas dalam waktu 90-110 hari, selama proses itu ia akan tetap menunggui telurnya. 

Selama masa bertelur dan penetasan, induknya sangat sensitif terhadap aktifitas makhluk hidup lainnya. Dan sifatnya cenderung agresif jika meresa terganggu.

"Kita akan terus melakukan pemantauan dan monitoing perkembangan telur buaya sampai dengan menetas, jika semua telurnya berhasil menetas, induk buaya beserta bayi-bayinya secara alami kembali ke kawasan muara yang sebagian besar merupakan hutan mangrove," tutupnya.

(han/don)

Berita Terkait

Baca Juga