Sering Lakukan Curanmor Bersama Istri, Seorang Residivis di Padang Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Sering Lakukan Curanmor Bersama Istri Seorang Residivis di Padang Dilumpuhkan dengan Timah Panas Pelaku saat diamankan Polisi pada Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 05.45 WIB di Korong Olo Bangsu Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman (Foto: dok.polsek koto tangah)

Covesia.com - Diduga sering beraksi bersama istrinya di wilayah Koto Tangah, Kota Padang, akhirnya seorang residivis pencurian sepeda motor (curanmor) tersebut ditangkap oleh Anggota Opsnal Kepolisian Sektor (Polsek) Kota Tangah, yang dibantu jajaran Reskrim Polres Padang Pariaman.

Kapolsek Koto Tangah, Kompol Rico Fernanda mengatakan, untuk indentitas pelaku yang ditangkap atas nama Hendri Rozadi panggilan Eri iliah (37) warga Pasir Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Pengakuan Eri iliah ini kepada kami bahwa ia sudah sering melakukan aksi curanmor itu di wilayah Koto Tangah, dan dibantu oleh istrinya atas nama Fitra Yeni yang sudah duluan kami tangkap, sekarang akan dilakukan tahap dua," kata Kompol Rico Fernanda, kepada covesia.com pada Minggu (19/1/2020).

Lanjut Rico, pelaku Eri iliah tersebut ditangkap pihaknya pada Sabtu (18/1/2020) sekira pukul 05.45 WIB di Korong Olo Bangsu Nagari Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman.

"Pelaku ini juga merupakan residivis curanmor dan pernah ditahan tiga kali di Lapas Muara Padang, dan satu kali di Lapas Pariaman," ucapnya.

Dikatakan Rico, kronologis penangkapan pelaku curanmor ini berawal dari laporan masyarakat, kemudian tim opsnal Polsek Koto Tangah, melakukan penyelidikan, dari hasil penyelidikan tersebut diketahui bahwa pelaku bersembunyi di sebuah rumah yang berada di daerah Olo Bangsu, Nagari Kataping, Batang Anai.

"Selanjutnya tim Opsnal berkoordinasi dengan jajaran Opsnal Polres Padang Pariaman, untuk memastikan keberadan pelaku dan pada pukul 05.45 WIB tim mengepung rumah pelaku kemudian menangkapnya," sebutnya.

Rico menyebutkan, dalam penangkapan itu, pelaku sempat berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan tembakan peringatan agar pelaku berhenti.

"Karena berusaha kabur, pelaku terpaksa ditembak untuk melumpuhkannya. Pelaku ditembak di bagian betis sebelah kanan kakinya. Selanjutnya ia dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumbar untuk dilakukan pengobatan," kata Rico.

Karena perbuatannya pelaku diancam dengan pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KHUP)," tutupnya.

(per/nod)

Berita Terkait

Baca Juga