Bejat! Seorang Pria Paruh Baya di Padang Pariaman Cabuli Anak Tetangga

Bejat Seorang Pria Paruh Baya di Padang Pariaman Cabuli Anak Tetangga Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Diduga cabuli anak tetangganya yang baru berumur 8 tahun sebanyak enam kali, seorang pria paruh baya di Kabupaten Padang Pariaman, ditangkap Anggota Polres Kota Pariaman.

"Dalam melancarkan aksinya pria dengan inisial nama MS (52) warga Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Padang Pariaman tersebut mengiming-imingi korbannya dengan uang Rp10 ribu," sebut Kapolres Kota Pariaman, AKBP Andry Kurniawan saat pres rilis di Mapolres Kota Pariaman, pada Selasa (21/1/2020).

Selanjutnya pelaku mengajak korban untuk berhubungan badan atau mengajak korban untuk "main pantak".

"Berhasil membujuk korban yang masih duduk di kelas II SD tersebut, pelaku langsung membawa masuk ke kamarnya untuk melangsungkan aksi cabul terhadap korban," katanya. 

Dikatakan Andry, berdasarkan pengakuan pelaku bahwa korban hanya diajak main di dalam kamarnya. Di mana memang korban sering main di rumah pelaku tersebut, bahkan korban memanggil pelaku dengan panggilan abak.

Andry menyebutkan, aksi bejat itu dilakukan pelaku kepada korban dengan nama Bunga (samaran) sudah enam kali dan di tempat yang berbeda semenjak Januari 2020 ini. 

"Untuk aksi pertama dilakukan pelaku di kamarnya, saat itu korban baru pulang sekolah, dan di sana korban dicabuli sebanyak dua kali," ucapnya. 

Kemudian di batu-batu di Lubuk Nago yang tidak jauh dari rumah pelaku. Di sana pelaku mencabuli korban sebanyak tiga kali. Selanjutnya lokasi ke tiga di pondok kosong yang keberadaanya juga tidak jauh dari rumah pelaku.

Disampaikan Andry, penangkapan pelaku bedasarkan laporan dari paman korban. Di mana berawal korban mengaku kepada keluarganya bahwa sering ditiduri oleh pelaku. Selanjutnya pihak keluarga langsung membuat laporan ke Polres Pariaman.

"Jadi pada Senin (20/1/2020) sekitar pukul 22.30 WIB anggota kita langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka, yang saat itu sedang berada di warung di dekat rumahnya. Karena berdasarkan, hasil visum yang kita lakukan sebelum melakukan penangkapan," ungkapnya.

Andry mengatakan, atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 perlindungan terhadap anak, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga