Pimpinan IMD Sebut, Organisasinya untuk Membantu Masyarakat dan Melunasi Hutang Negara

Pimpinan IMD Sebut Organisasinya untuk Membantu Masyarakat dan Melunasi Hutang Negara Spanduk organisasi IMD tersebut yang dipasang di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman itu (Foto: Peri)

Covesia.com - Tuangku Ayattudin yang merupakan pimpinan organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, menjelaskan bahwa tujuan organisasi IMD tersebut untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan haknya berupa uang dan membantu negara untuk melunasi hutang.

"Uang tersebut nanti akan diberikan kepada anggota organisasi pada 30 Maret 2020 mendatang dan dananya itu dari Bank UBD di Swiss," kata Ayattudin pada Kamis (23/1/2020).

Lanjut Ayattudin, saat ini untuk anggota dari organisasi tersebut yang ada di bawah koordinasinya ada sekitar 80 orang mereka itu didominasi oleh warga Padang Pariaman. 

"Sekitar 50 orang sudah membayar uang pendaftaran untuk bergabung, masing-masing sebesar Rp 1.750.000," ujarnya.

Ayattudin merupakan warga Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, dan berdomisili di Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman.

"Saya bergabung dengan oraganisasi IMD ini direkrut oleh Zainal yang tinggal di Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman," katanya. 

Baca juga: Diduga Lakukan Penipuan, Organisasi IMD di Pariaman Resahkan Warga

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Genius Umar menyebutkan, pada Kamis (23/1/2020) dalam rapat di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, kepada dinas terkait untuk menghentikan kegiatan organisasi tersebut.

Menururnya kegiatan ini hanya modus penipuan saja, seperti yang sudah sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, terakhir yang menghebohkan muncul Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah.

Genius juga menyampaikan organisasi IMD ini berpusat di Kerawang, Jawa Barat, dan berdasarkan informasi pimpinannya merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) bernama Djuanda.

Genius menyebutkan, organisasi ini harus dibubarkan di Kota Pariaman, karena tidak terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di kota ini. Maka semua yang berhubungan dengan IMD harus dibuang, seperti spanduk yang terpasang harus dibuka.

(per/don)


Berita Terkait

Baca Juga