Bos PT Dempo Ditahan, LPLH juga Desak KPK Investigasi Dugaan Suap di Pelangai Gadang-Pessel

Bos PT Dempo Ditahan LPLH juga Desak KPK Investigasi Dugaan Suap di Pelangai GadangPessel Stone Crusher dan tambang galian C, yang berada di Pelangai Gadang, Kecamatan Ranah Pesisir, Pessel. (Indra Yen)

Covesia.com - Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Indonesia, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menginvestigasi pembangunan PT Dempo Sumber Energi di Pelangai Gadang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).

Menurutnya, desakkan dari pihak Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Indonesia itu, tidak terlepas dari kasus suap yang menetapkan Bos PT. Dempo sebagai tersangka oleh KPK, yang melibatkan pejabat daerah di Solok Selatan.

"Kita memandang, dugaan kasus suap bisa saja terjadi pada pembangunan PTLM yang ada di Pelangai Gadang. Karena, banyaknya izin yang belum dilengkapi oleh PT Dempo, salah satunya Stone Crusher dan tambang galian C," sebut Ketua Pelaksana Harian Lembaga Peduli Lingkungan Hidup (LPLH) Indonesia, Soni pada Covesia.com melalui via telepon Kamis (23/1/2020).

Ia menambahkan, selain itu pihaknya, juga akan membuat laporan pada akhir Januari 2020 ini ke KPK, terkait dugaan suap di daerah Pesisir Selatan. 

"Kami menduga, ada gratifikasi atau suap yang mungkin saja melibatkan oknum pejabat daerah untuk memperlancar izin. Sebab, Stone Crusher dan tambang galian C, bisa beroperasi tanpa ada izin yang lengkap," ujarnya.

Lanjutnya, untuk laporan yang akan dilayangkannya tersebut, saat ini pihaknya kata Soni, sedang mengumpulkan beberapa barang bukti. 

"Ada dua bukti yang sedang kita kumpulkan. Jika bukti itu sudah ada, maka kita akan segera membuat laporan ke KPK," ujarnya lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan ditahannya Bos PT. Dempo oleh KPK. KPK sangat perlu didukung untuk terus konsen dalam memberantas korupsi, karena saat ini banyak sekali mafia tambang, mafia hutan dan yang lainnya, untuk mencari keuntungan di Sumbar.

"Kita akan datang langsung nantinya ke KPK, untuk mendukung dan mendesak KPK terus memberantas korupsi, terutama dalam sektor tambang yang curang, terjadi di PT Dempo," tutupnya.

(ind/don)



Berita Terkait

Baca Juga