Polisi Bekuk Seorang Pelaku Pencabulan di Pasaman Barat

Polisi Bekuk Seorang Pelaku Pencabulan di Pasaman Barat Pelaku MS (24) yang diringkus Polsek Kinali didaerah komplek perumahan Langgam Indah Jorong Langgam, Kecamatan Kinali sekitar pukul 14.30 WIB tadi, Jumat (24/1/2020). (Ist)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat melalui Polsek Kinali berhasil meringkus seorang pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur yang meresahkan warg setempat.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Fery Herlambang melalui Kapolsek Kinali, Iptu Eri Yanto kepada Covesia.com mengatakan pelaku diringkus di daerah komplek perumahan Langgam Indah Jorong Langgam, Kecamatan Kinali sekitar pukul 14.30 WIB tadi, Jumat (24/1/2020).

"Pelaku berinisial MS (24) warga Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat," terang Iptu Eri Yanto.

Penangkapan tersebut kata dia berawal dari rasa curiga warga masyarakat setempat akan gerak gerik pelaku.

"Pelaku yang sering keluar-masuk komplek dengan wajah mencurigakan. Apalagi dalam kurun satu bulan terakir ini, warga masyarakat diresahkan dengan adanya berita pencabulan anak," katanya.

Untuk memastikan itu, warga masyarakat melaporkan ke petugas Polsek Kinali.

"Mendapati informasi itu, kami langsung turun dan mengamankan pelaku dibantu warga masyarakat setempat. Dari pengakuannya, pelaku memang sudah tig kali melakukan pencabulan kepada anak dibawah umur yang masih sebagai pelajar Sekolah Dasar (SD) didaerah itu," katanya.

Modus pelaku kata dia terhadap korbannya dengan cara mengiming- imingi sejumlah uang agar bisa melancarkan nafsu bejatnya.

"Kemudian korban dibawa menggunakan sepeda motor ke tempat sepi seperti dalam kebun sawit. Dilokasi itulah pelaku mencabuli korban dengan cara pelaku menyuruh korban memegang alat kelamin pelaku," katanya.

Saat ini kata dia pelaku sudah diserahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut.

"Belajar dari kasus ini, kami mengimbau kepada para orangtua untuk waspada dan meningkatkan perhatiannya kepada anak-anak. Agar kasus serupa tidak terjadi lagi," tutupnya.



Berita Terkait

Baca Juga