Polisi Periksa Dua Orang Petinggi Organisasi IMD di Pariaman

Polisi Periksa Dua Orang Petinggi Organisasi IMD di Pariaman Kapolres Pariaman, AKBP Andry Kurniawan (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Kepolisian Resor (Polres) Kota Pariaman, sudah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang petinggi di organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) kota dan Kabupaten Pariaman, terkait kasus dugaan penipuan dari organisasi tersebut yang mengiming-imingkan uang senilai 3 miliar rupiah kepada setiap anggota yang menyetor Rp1. 750.000.

"Mereka sudah kami undang pakai surat undangan untuk hadir ke Mapolres Kota Pariaman, dan mereka juga sudah hadir," kata Kapolres Kota Pariaman, AKBP Andry Kurniawan kepada covesia.com, pada Jumat (24/1/2020).

Lanjut Andry, pihaknya melakukan pemanggilan itu kepada dua orang yang merupakan petinggi dari organisasi IMD di daerah itu yaitu, dengan nama Ayattudin dan istrinya bernama Meri. 

"Ayattudin merupakan pimpinan perwakilan Kota Pariaman, dan Meri perwakilan Padang Pariaman, mereka berdua ini sudah kami hadirkan ke Mapolres pada Jumat (24/1/2020) siang," ujarnya. 

Dikatakan Andry, di Mapolres pihaknya menunggu kedua petinggi IMD tersebut bersama Kesbangpol Kota Pariaman, kemudian saat mereka diminta untuk menunjukan legalitas berupa kartu tanda ketua IMD. Dia mengatakan tidak ada kartu itu karena hanya ditunjuk sebagai ketua sementara.

"Kepada kami Meri dan Ayattudin ini mengatakan, bahwa ketua umum IMD ini bernama Doni Pedro yang berdomisili di Bandung. Merekapun juga mengatakan, bahwa Doni Pedro ini merupakan anak Presiden Soekarno," ucap Andry.

Andry menyebutkan, terkait keberadaan Doni Pedro tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek yang ada di Bandung, dimana Doni Pedro berdomisili. 

"Informasi dari Polsek di sana (Bandung), memang benar Doni Pedro ini tinggal di Bandung, yaitu di sebuah rumah kontrakan," kata Andry.

Sebelumnya, kata Andry bahwa ia mengetahui kejadian ini pada Rabu (22/1/2020) malam, informasi dari warga dan intelejen bahwa ada organisasi atas nama IMD di Kota Pariaman dengan kegiatan yang telah meresahkan warga.

Informasi yang didapat juga, pihak organisasi IMD itu juga meminta uang pada setiap anggota yang akan bergabung. Nanti setelah uang diberikan, maka anggota akan mendapatkan uang senilai 3 milyar rupiah yang diberikan pada akhir Maret 2020.

(per/don)

Berita Terkait

Baca Juga