Polisi Belum Tetapkan Status Hukum Petinggi Organisasi IMD di Pariaman

Polisi Belum Tetapkan Status Hukum Petinggi Organisasi IMD di Pariaman Spanduk organisasi IMD tersebut yang dipasang di Desa Sikapak Timur, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman itu (Foto: Peri)

Covesia.com - Terkait kasus dugaan penipuan organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang ada di kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, polisi menyebutkan saat ini untuk petinggi yang merupakan pasangan suami istri organisasi IMD tersebut, pihak Kepolisian belum menetapkan status hukumnya. 

"Sekarang masih belum ditetapkan status hukum ketua IMD kota dan Kabupaten Padang Pariaman tersebut. Namun jika pada akhir Maret 2020 nanti, uang yang dijanjikan kepada masyarakat tidak berikan maka pidana-nya akan naik," sebut Kapolres Kota Pariaman, AKBP Andry Kurniawan pada Jumat (24/1/2020).

Lanjut Andry, sebab sekarang belum ada warga yang melapor dirugikan oleh organisasi tersebut, tapi lihat akhir Maret 2020 nanti.

Diketahui, masing-masing masyarakat yang ingin bergabung dengan organisasi IMD tersebut diminta untuk menyetorkan uangnya sebesar Rp 1.750.000 per orang. Karena mereka itu diiming-imingi nanti pada 30 Maret 2020 akan mendapatkan dana sekitar 1 miliar dari Bank UBD di Swiss.

Saat ini untuk anggota dari organisasi tersebut yang ada di bawah koordinasi kedua pasutri ini ada sekitar 80 orang, dan sekitar 50 orang sudah membayar uang pendaftarannya.

Kemudian kata Andry, sebagian uang yang telah disetor oleh 50 anggota tersebut juga telah masuk pada rekening Doni Pedro, yang merupakan presiden organisasi IMD ini di Bandung. 

Andry menyebutkan, untuk sekarang terkait kasus ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemantauan, dan organisasi IMD ini juga sudah dibubarkan oleh Walikota Pariaman, Genius Umar karena menurutnya kegiatan ini hanya modus penipuan saja, seperti yang sudah sering terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, terakhir yang menghebohkan muncul Keraton Agung Sejagat di Jawa Tengah.

(per)

Berita Terkait

Baca Juga