Viral Isu Kota Padang Rawan Begal dan Penculikan Anak, Ini Tanggapan Pihak Kepolisian

Viral Isu Kota Padang Rawan Begal dan Penculikan Anak Ini Tanggapan Pihak Kepolisian Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan

Covesia.com - Beberapa waktu belakangan ini, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat dihebohkan oleh dua isu yaitu dugaan penculikan anak dan 20 titik rawan begal di Kota Padang. Dua isu tersebut viral di berbagai media sosial dan meresahkan masyarakat Kota Padang. Namun, bagaimana faktanya?

1. Isu Dugaan Penculikan Anak

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan, saat dihubungi Covesia via telepon, Selasa (11/2/2020), menyatakan bahwa sampai saat ini pihak kepolisian belum mendapatkan laporan terkait kabar dugaan penculikan anak di kawasan Gaung Teluk Bayur Kota Padang.

Bahkan, Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi P Lorena saat dihubungi via telepon juga menepis isu  tersebut. Sebelumnya, sebuah video dugaan penculikan anak viral di Facebook, Minggu (9/2/2020). Diduga, video yang diupload oleh akun atas nama Ikhlas itu terjadi di kawasan Gaung.

Akun atas nama Ikhlas itu juga menulis "Pencurian anak di Gaung Tadi Penyamatan Wanita Tp aslinya Cowok". Dan, dalam video berurasi 45 detik tersebut, terlihat terduga pelaku mengenakan jilbab warna hitam, bacu coklat dan rok warna pink, diamankan puluhan massa.

Salah seorang dalam video itu mengatakan 'pancilok anak, antaan ke KP3 itu a (penculikan anak antar saja ke Kapolsek KP3 Teluk Bayur)'. Kemudian dalam video tersebut, terlihat sejumlah warga mengabadikan terduga pelaku menggunakan kamera android.

Andi mengatakan bahwa kabar dugaan penculikan anak tersebut tidak benar alias hoaks. Hal ini dikarenakan yang bersangkutan adalah orang dengan gangguan jiwa. Selain itu, orang tersebut juga berjenis kelamin perempuan, bukan laki-laki berpakaian wanita seperti yang dikatakan seseorang dalam video yang beredar. 

"Yang bersangkutan adalah orang dengan gangguan jiwa yang memang senang bermain dan ngobrol bersama anak-anak," ujarnya.

Andi menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah mengamankan wanita yang sebelumnya diamankan oleh masyarakat tersebut. Masyarakat kemudian menyerahkan wanita itu ke Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Teluk Bayur untuk selanjutnya dibawa ke Polsek Lubuk Begalung.

Andi menyebut, beruntung perempuan tersebut tidak kenapa-kenapa oleh warga. "Yang bersangkutan merupakan orang asing dan baru pertama kali terlihat di wilayah tersebut, hingga muncul kecurigaan warga bahwa yang bersangkutan di isukan akan menculik anak," sambungnya.

Andi mengatakan bahwa saat ini wanita tersebut telah dibawa oleh pihak keluarganya ke kampungnya di Kabupaten Sijunjung. Dari cerita anaknya kepada polisi, ibunya sudah mengalami gangguan jiwa sejak lima tahun lalu disebabkan masalah rumah tangga.

"Hingga saat itu, yang bersangkutan sering hilang dari rumah. Bahkan, dia sudah ke mana-mana dijemput keluarga," ujarnya.

Sementara itu, menanggapi viralnya informasi dugaan penculikan anak, Yulmar mengimbau masyarakat agar kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. "Imbaunya, tetap waspada terhadap segala kejahatan. Untuk informasi agar bisa disaring dahulu sebelum di-share. Pastikan kebenarannya," tegasnya.

2. Isu 20 Titik Rawan Begal di Kota Padang

Viral di media sosial bahwa ada 20 lokasi yang rawan aksi begal dengan senjata tajam di Kota Padang. Informasi yang beredar, lokasi rawan begal tersebut berada di depan TVRI Sumbar, Simpang Balai Baru, Gunuang Sariak, Balimbiang arah ke Sungai Sapiah, Simpang Kalawi, Simpang Ketapiang sampai By Pass Lubeg, Sungai Balang Banda Buek, Baringin ke Kampuang Jua, Simpang Gauang sampai Simpang TPI, Pampangan, Pertamina Jondul sampai Simpang Banuaran, Gantiang, Simpang 6 Pondok, Purus sampai simpang NPM, Lolong belanti, Simpang Tinju dekat SMP 12, Jembatan Siteba, Jembatan berok Tunggul Hitam, dan Simpang DPR sampai Pasar Pagi.

Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Tri Himawan membantah informasi tentang sejumlah titik yang rawan begal di Kota Padang tersebut.

"Informasi tersebut tidak jelas sumbernya dan bukan kami yang mengeluarkannya," ujarnya saat dihubungi Covesia via Whatsapp, Selasa (11/2/2020).

(fkz/don)



Berita Terkait

Baca Juga