Belum Ditemukan, Pencarian Korban Banjir Bandang di Pasaman Dilanjutkan Besok

Belum Ditemukan Pencarian Korban Banjir Bandang di Pasaman Dilanjutkan Besok Foto: Dok. BPBD Pasaman

Covesia.com - Tim SAR Gabungan memutuskan pencarian terhadap seorang korban banjir bandang di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman kembali dilanjutkan besok.

Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengatakan langkah tersebut diambil karena belum membuahkan hasil dalam operasi pencarian terhadap korban dalam waktu tiga hari ini.

"Korban sampai sore ini tak kunjung ditemukan. Guna mengantisipasi adanya ancaman bencana susulan, operasi pencarian kembali dilanjutkan besok hari," terang Ricky Riswandi, Senin (17/2/2020) sore.

Ricky Riswandi menyebutkan korban yang merupakan waega Kampung Pintuai Jorong I Muaro, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan menyebutka keberadaan korban diduga masih tertimbun material banjir bandang.

"Dalam operasi pencarian korban sudah melibatkan setidaknya personil gabungan. Belum lagi ditambah masyarakat setempat. Namun sampai saat ini tak kunjung membuahkan hasil," katanya.

Kondisi lokasi bencana kata dia yang masih ditimbun material banjir dan longsor menyulitkan alat berat maupun peralatan lain masuk ke lokasi.

"Jadi pencarian juga hanya ditopang peralataan seadanya. Kita berharap pencarian ini bisa menemukan korban. Sehingga kedepan titik fokus sudah bisa diarahkan ke pembersihan material banjir bandang dan longsor," tutupnya.

Sebelumnya kawasan terjauh Kabupaten Pasaman yaitu Kampung Pintuai Jorong I Muaro, Jorong Rotan Getah, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan dihantam gelombang banjir dan galodo dahsyat, pada Sabtu (15/2/2020) sore lalu.

Lima orang warga dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Satu orang warga bernama Minas (46) ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia akibat tertimbun material longsor. Selanjutnya Uzi (18) dalam keadaan kritis, Anton (33) menderita luka ringan dan Harapan (43) menderita luka berat.

Banjir bandang itu juga merusak sejumlah fasilitas umum, rumah-rumah warga rusak dan hancur, serta lahan pertanian masyarakat.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga