BPBD: 200 KK di Mapattunggul Selatan Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

BPBD 200 KK di Mapattunggul Selatan Terdampak Banjir Bandang dan Longsor Sumber: BPBD Pasaman

Covesia.com - Sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK) dilaporkan terdampak akibat banjir bandang dan longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman.

Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi mengatakan ratusan KK terdampak tersebut berada di Kampung Sungai Lolo, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan.

"Lokasi bencana banjir bandang dan longsor di Nagari Muaro Sungai Lolo terjadi di tiga titik Kampung terparah yaitu Pintuai, Sungai Lolo dan Rotan Getah. Untuk di Kampung Sungai lolo Banjir bandang menghantam 170 unit rumah warga yang dihuni 200 KK," terang Ricky Riswandi, Senin (17/2/2020) sore.

Ricky Riswandi menyebutkan Banjir melanda Sungai Lolo pada (15/2) lalu dengan ketinggian air lebih kurang 50 cm.

"Warga sudah dievakuasi ke lokasi SD 08 Sungai Lolo usai kejadian. Saat ini air mulai surut dan warga sudah beramgsur kembali kerumah masing-masing," katanya.

Banjir tersebut kata dia juga merusak saluran irigasi yang mengairi sawah lebih kurang 30 hektare. 

"Jaringan air bersih Pamsimas berupa bendungan rusak, jaringan putus termasuk intek juga rusak berat. Sementara masyarakat memanfaatkan sumber air bersih dari anak air batang Ruang Sungai Lolo," katanya.

Kemudian kata dia akses jalan dari Jorong Pangian menuju Kampung Pintuai tertutup material longsor, dan terdapat jembatan yang rusak.

"Longsor juga menutupi badan jalan di Sungai Tuhur sepanjang jalan Pangian menuju Sungai Lolo, Nagari Muaro Sungai Lolo. Sehingga akses jalan tertutup," tambahnya.

Selanjutnya jalan dari Sungai Lolo menuju Muaro terdapat jalan yang retak horizontal sepanjang lebih kurang 20 Meter di jalan licin. "Saat ini alat berat sudah mulai bekerja melakukan pembersihan jalan,"katannya.

Di samping itu kata dia di Muaro Sungai Lolo juga terdapat satu unit rumah yang rusak parah.

"Akibat banjir bandang tersebut juga merusak satu unit jembatan rusak. Kami beberapa hari kedepan fokus pencarian satu korban yang belum ditemukan. Kemudian pembersihan material banjir bandang dan longsor,"katanya.

Sementara untuk kerugian materil dari bencana itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Saat ini kami masih melakukan rapat terbatas dengan Bupati Pasaman untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan bencana ini kedepan. Kemudian persiapan penetapan masa tanggap darurat bencana," tutupnya.

(her)

Berita Terkait

Baca Juga