Pemkab Pasaman Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang 14 Hari Kedepan

Pemkab Pasaman Tetapkan Masa Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang 14 Hari Kedepan Foto Kondisi bencana banjir bandang di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman. (Doc BPBD Pasaman).

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat menetapkan masa tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan pasca banjir bandang dan longsor yang menimpa sejumlah titik di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan.

"Masa tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan terhitung mulai tanggal 18 Februari 2020 sampai dengan tanggal 2 Maret 2020," terang Kalaksa BPBD Pasaman, Ricky Riswandi kepada Covesia.com, Rabu (19/2/2020).

Dalam masa tanggap darurat bencana ini kata Ricky Riswandi bakal menurunkan tim teknis BPBD Pasaman untuk melakukan pendataan kerugian bencana secara menyeluruh.

"Sampai saat ini data rinci kerusakan dan kerugian bencana belum kami dapatkan. Nah, inilah nanti tugas tim teknis yang kami turunkan kelokasi bencana. Agar data rinci kerusakan bencana bisa kita jadikan acuan untuk pembayaran kerugian bagi korban," katanya.

Pihaknya kata dia bakal membayarkan kerugian bencana itu dari anggaran tidak terduga BPBD Pasaman.

"Kita tunggu dulu data valid korban kebencanaan di Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan. Untuk sementara bantuan sembako dan logistik lainnya sudah disalurkan melalui Dinas Sosial," katanya.

Pihaknya juga bakal menanggung biaya pengobatan dua korban bencana yang saat ini masih dirawat di RSUD Lubuk Sikaping.

"Dari lima orang korban saat ini masih dirawat dua orang di RSUD Lubuk Sikaping yaitu Uzi (18) dan Harapan (43). Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab Pasaman," katanya.

Kemudian kata dia pihaknya bersama Dinas PUTR Pasaman sudah bekerja sejak terjadi bencana untuk melakukan pembersihan material sisa Banjir bandang dan longsor yang menumpuk badan jalan maupun pemukiman penduduk.

"Satu unit apat berat (exavator) milik PUTR Pasaman sudah beroperasi dilokasi bencana sejak dua hari kejadian. Kita fokuskan menuntaskan pembersihan material banjir bandang dan longsor. Kemudian juga turut dibantu oleh sejumlah masyarakat setempat," katanya.

Ricky menyebutkan ada tiga titik lokasi bencana banjir bandang dan longsor terparah yang perlu bantuan alat berat.

"Kampung Muaro, Kampung Sungai Lolo dan Kampung Pintuai, Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan. Kemudian ada juga sejumlah titik dijalan terjadi longsor menimpa badan jalan. Ini nanti yang akan dituntaskan pembersihannya agar akses bisa kembali normal," katanya.

Sementara untuk jembatan kata dia ada tiga buah yang rusak terputus dilanda banjir bandang dan longsor.

"Jembatan terputus ada tiga unit yaitu jembatan Muaro, jembatan penghubung ke Rotan Getah dan jembatan penghubung daerah Pangian dengan Sungai Lolo. Untuk beberapa hari kedepan akan kita upayakan ada jembatan alternatif. Agar akses transportasi kembali bisa dilewati dan daerah itu tidak terisolasi," tutupnya.

(hri/adi)

Berita Terkait

Baca Juga