Sempat Buron, Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Polres Agam

Sempat Buron Pelaku Curanmor Berhasil Ditangkap Polres Agam Caption Foto: Press Releaca Curanmor Polres Agam (Johan/Covesia)

Covesia.com - Upaya pelarian HF (19) terhenti saat petugas Polsek Tanjung Mutiara Kabupaten Agam, mengamankannya di Jawi-jawi, Jorong Pasar Tiku, Nagari Tiku Selatan Minggu (16/2/2020).

Tersangka Pencurian kendaraan Bermotor (Curanmor) ini sempat berupaya melarikan diri ke Padang Priaman dan pulang kembali karena menduga situasi sudah aman.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan S.IK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Fahrel Haris SH dan Kapolsek Tanjung Mutiara Iptu M Hamidi mengatakan, tersangka ini sudah dalam pengejaran polisi usai melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor di Jorong Pasia Nagari Tiku Selatan (30/1/2020).

"Korban atas nama  Adris Muarif melaporkan motornya hilang saat memarkirkan di depan rumah temannya di Jorong Pasia, sadar tidak melihat keberadaan kendaraannya korban langsung melapor ke Polsek Tanjung Mutiara," ujarnya saat di konfirmasi Covesia.com Kamis (20/2/2020).

Kemudian Polisi melakukan penyelidikan dan ditemukan barang bukti di Padang Kabau, Jorong Bukik Malintang, Nagari Tiku Utara. "Saat membawa kabur barang bukti, tiba-tiba kendaraan kehabisan bensin, tersangka sempat meminta uang kepada Kakeknya namun tidak dikasih, dan ia meninggalkan kendaraan begitu saja," lanjutnya.

Menurut Kapolres Agam, Tersangka ini cukup licin, saat mengetahui dirinya dalam pengejaran, ia langsung melarikan diri ke Padang Pariaman, kemudian beberapa hari kemudian pindah ke Tiku. "Tersangka sempat mencoba kabur saat di tangkap Tim Opsnal, namun berhasil di amakan di Simpang Ampek, Jorong Pasa Tiku, Tanjung Mutiara," Ulasnya.

Dari hasil pengembangan Polisi menemukan fakta baru bahwa tersangka juga pernah melakukan tindakan pencurian di rumah milik Anis Risma di Tanjung Mutiara, dalam aksi tersebut tersangka berhasil menggasak 1 unit Laptop dan uang tunai sebesar Rp 2Juta.

Atas perbuatannya tersangka diancam pasal 363 KHUP dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

(han/adi)

Berita Terkait

Baca Juga