Suci Putri, Anak Yatim Pemulung Botol Plastik akan Difasilitasi untuk Sekolah

Suci Putri Anak Yatim Pemulung Botol Plastik akan Difasilitasi untuk Sekolah Sumber: istimewa

Covesia.com - Postingan viral Ustadz Adi Hidayat (UAH) terkait seoarang anak yatim di Padang mendapat responinstansi terkait. Dalam postingannya, UAH begitu prihatin akan nasib malam yang menimpa Suci, bocah yatim yang baru berumur 6 tahun itu.

"Hampir setiap malam usai salat Isya di depan masjid Asra Tunggul Hitam, Suci umur 5 tahun, tinggal bersama ibunya di jalan Mawar 4, Pasar Pagi Rawang Tunggul Hitam Kota Padang, tidak punya ayah (anak yatim)."

"Setiap hari Suci ini berjalan kaki berkilo-kilo mater untuk mengumpulkan botol plastik. Kalau lihat anak ini tolong diberi makan atau sedekah,  katanya kalau berangkat dia hampir ngak bawa uang,  kalau pun ada uang setelah ia menyetor plastik akan dipakai untuk makan sekeluarga." 

"Sampai kapankah engkau terus begini wahai anak yatim kecil yang malang ? Semoga setiap langkahmu di lindungi oleh Allah SWT,  jangan sampai ada yang melukaimu di jalan." 

Dinas Sosial Pemprov Sumbar lalu menanggapi postingan itu. Kadinsos Sumbar Jumaidi bersama tim Peksos melakukan penelusuran ke kediaman Suci Putri, di Rawang Dadok Tunggul Hitam Padang,  Kamis (20/2/2020).

"Kita telah melihat secara langsung ke lokasi tempat tinggal rumah kontrakan, Suci Putri dan keluarganya. Ayahnya bernama Fatoli (Alm) Ibunya bernama Intan yang kawin lagi, namun hanya sehari kemudian tidak pulang-pulang. Suci Putri juga punya adik Icha Zahara belum sekolah", ungkapnya dalam keterangan yang diterima Covesia, Kamis (20/2) malam. 

Jumaidi mengatakan, Suci Putri usia 6 tahun, pernah belajar di sekolah dasar kelas 1. Ia berhenti sekolah lantaran kesulitan ekonomi keluarga.

"Ayah Suci meninggal ketika berumurnya 3 bulan. Untuk memenuhi kebutuhan sehati-hari, ibunya dan Suci memulung barang bekas. Suci memulung setiap hari dan pendapatan yang di dapat per harinya tidak menentu," kata Jumaidi. 

Dia menyebutkan, karena viral, dan informasi dari petugas Sakti Peksos Dinsos, ibu Suci sudah membuat perjanjian dengan RT setempat yang dihadiri oleh Babinsa dan Koramil bahwa tidak akan memulung kembali.

"Ibu klien baru, mendapatkan pekerjaan mengupas bawang putih dengan upah per kilogramnya Rp500. Suci tinggal di lingkungan masyarakat yang kurang mampu, sehingga dukungan masyarakat tidak memungkinkan. Keinginan ibu Suci ingin juga mengembangan usaha gorengan di sore harinya", ungkapnya. 

Dalam dialog dengan masyarakat, RW dan RT setempat, pihak Dinsos Sumbar akan mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan harian Suci dan ibunya.

"Terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat yang telah memberikan informasi dan keterangan dalam kasus Suci Putri ini. Pemerintah akan perhatian dan bantu, ada petugas Sakti Peksos yang akan terus memantau perkembangan setiap waktunya. Suci Putri dan adiknya Icha Zahara kita fasilitasi untuk dapat bersekolah sebagaimana layaknya teman-temannya yang lain", katanya. 

Selain itu Dinsos akan melakukan pendampingan kepada orang tua ketika ada usaha dan mengupayakan masuk dalam Basis Data Terpadu(BDT)/ Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar bisa menerima program dari dinas sosial. 

(hms.sumbar/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga