Polda Sumbar Tetapkan Oknum Dosen Pelecehan Seksual di UNP sebagai Tersangka

Polda Sumbar Tetapkan Oknum Dosen Pelecehan Seksual di UNP sebagai Tersangka Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) setelah melakukan gelar perkara terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dosen kepada seorang mahasiswi di Universitas Negeri Padang (UNP), terlapor telah ditetapkan tersangka.

"Kasus dugaan pelecehan seksual UNP hari ini lagi digelarperkarakan," ujar Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto saat diwawancarai rekan-rekan wartawan usai acara silaturahmi dan kemitraan Polda Sumbar dengan media cetak dan elektronik di Mapolda Sumbar, Kamis (20/2/2020) siang.

Dia menyatakan bahwa tujuan gelar perkara tersebut untuk mengetahui status terlapor selanjutnya. 

"Untuk menentukan sikap apakah terlapor itu sebagai tersangka atau bagaimana," jelas Stefanus.

Saat dihubungi Covesia via telepon, malam, Stefanus mengatakan bahwa terlapor sudah menjadi tersangka.

"Untuk saat ini terlapor sudah dijadikan tersangka," ujarnya.

Polda Sumbar sebelumnya sudah melakukan pemanggilan kedua kepada oknum dosen FY (29) yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada seorang mahasiswi di UNP.

"Dia (oknum dosen yang bersangkutan) sudah datang, tapi menolak memberi kesaksian. Maka dibuat berita acara penolakan kesaksian. Alasannya tidak tahu," ujar Stefanus saat dihubungi Covesia via telepon, Senin (10/2/2020).

Sebelum melakukan pemanggilan kedua tersebut, terlapor sempat mangkir dari pemanggilan pertama kepolisian.

Dalam pemeriksaan kasus pelecehan seksual di UNP tersebut Stefanus mengatakan bahwa Ditreskrimum Polda Sumbar untuk saat ini masih menunggu saksi dari pimpinan UNP. Saksi tersebut diperlukan untuk melengkapi berkas terkait status pelapor dan terlapor di UNP. Saksi tambahan itu paling lambat diperiksa pada Selasa besok.

"Kalau dari UNP sudah memberikan kesaksian, maka gelar perkaranya tidak akan lamalah," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswi di UNP melaporkan seorang oknum dosennya sendiri karena  mendapatkan pelecehan seksual.

Kasus tindakan pelecehan seksual tersebut mencuat setelah adanya laporan masuk ke Polda Sumbar. Laporan itu teregistrasi 15 Januari 2020 dengan nomor: LP/17/I/2020/SPKT-BR.

Rektor UNP Ganefri angkat bicara terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen kepada seorang mahasiswi. Oknum dosen diketahui mengajar di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP.

Genefri menegaskan bahwa UNP akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan kepada oknum dosen yang bersangkutan jika hal tersebut terbukti benar. 

"Kalau terbukti sesuai yang dilaporkan oleh mahasiswi tersebut, diberhentikan dosennya," ujar Ganefri saat dihubungi Covesia.com via telepon, Senin (20/1/2020) siang.

Saat itu, Ganefri mengatakan bahwa oknum dosen tersebut sudah dibebastugaskan. "Sudah diskor. Tidak boleh mengajar," jelasnya. Dia menegaskan bahwa oknum dosen tersebut dosen baru dan masih CPNS.

Dalam menyelesaikan kasus ini, UNP tidak menunggu hasil penyelidikan dari Polda Sumbar. Selain melakukan penyelidikan kepada oknum dosen, pihak kampus juga melakukan penyelidikan kepada mahasiswi yang menjadi korban. Mahasiswi tersebut juga "dibebaskan" dari perkuliahan hingga proses dinyatakan selesai. 

(fkz/don)

Berita Terkait

Baca Juga