DPRD Akan Panggil Pejabat Pemprov Terkait Dugaan Penggelapan Infak Masjid Raya Sumbar

DPRD Akan Panggil Pejabat Pemprov Terkait Dugaan Penggelapan Infak Masjid Raya Sumbar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Irsyad Safar (Foto: dok.covesia)

Covesia.com - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) yang diduga melakukan penggelapan infak Masjid Raya Sumbar lebih dari Rp 800 juta. Hal tersebut digelapkan semenjak 2013 dan baru diketahui 2019.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Irsyad Safar mengatakan bahwa DPRD akan memanggil pejabat Pemprov Sumbar (Biro Bina Mental dan Kesra) terkait duduk perkara kasus tersebut kenapa bisa kecolongan.

"Kami akan panggil melalui komisi V yang bertugas mengawasi Biro Bintal dan Kesra tempat terduga pelaku bekerja," ungkap Irsyad saat dihubungi Covesia, Jumat (21/2/2020).

Ia menambahkan DPRD yang berfungsi melakukan pengawasan, harus mendapat kejelasan dari Biro Bintal.

"Yang bersangkutan pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum," ujarnya.

Sementara itu Anggota DPRD Komisi V, Syafaruddin Putra Dt Sunggono mengatakan akan melaksanakan fungsi Pengawasan.

Ia menambahkan sepengetahuannya, belum permah ada kasus yang sama. Namun kasus kali ini  sudah cukup lama.

"Saya sebagai seorang mantan birokrat tidak harus terjadi kalau pengawasan melekat berjalan dengan baik," jelasnya.

Pemanggilan diagendakan Minggu depan. "Kami akan minta keterangan OPD terkait," ujarnya.

Ia berharap OPD harus meningkatkan pengawasan melekat,  supaya tidak timbul peristiwa hukum. "OPD harus berani dan tegas untuk menegakan kedisiplinan dalam bentuk refresif. Fungsi ASN adalah Publik service/pelayan masyarakat," pungkasnya.

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga