6 Fakta Bisnis BBM Ilegal Hasil Olahan Tradisional dari Palembang di Sumatera Barat

6 Fakta Bisnis BBM Ilegal Hasil Olahan Tradisional dari Palembang di Sumatera Barat Ribuan liter BBM Ilegal yang diamankan Polres Pasaman di Jalan Lintas Padang Sawah Jorong Padang Sawah, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis (13/2/2020) lalu.

Covesia.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat beberapa waktu lalu mengamankan delapan pelaku kurir Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal dalam jumlah yang besar di Jalan Lintas Padang Sawah Jorong Padang Sawah, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis (13/2/2020) lalu.

Delapan pelaku kurir itu masing-masing berinisial AM (53), JM (26), JJ (42), RP (30), ML (27), RJ (19), HN (35), dan GG (17) warga Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Pihak Polres Pasaman dalam operasi itu juga berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 273 Jeriken atau 9.320 Liter Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis premium hasil olahan tradisional dari Palembang, Sumatera Selatan

Semua BBM Ilegal itu dibawa dengan menggunakan empat unit Mobil Grand Max. Adapun keempat unit Mobil Grand Max itu masing-masing dengan nomor polisi BA 1597 KA, BA 1303 SD, B 2982 SOM, BM 1470 QO.

Dari operasi penangkapan yang sangat besar tersebut ada beberapa fakta-fakta yang dihimpun Covesia.com dari bisnis BBM Ilegal hasil olahan tradisional tersebut.

1. Hasil Olahan (Sulingan) Tradisional di Palembang, Sumatera Selatan.

Seluruh pelaku kurir mengaku semua BBM Ilegal itu merupakan hasil olahan tradisional masyarakat Palembang disisa-sisa lubang pertambangan migas milik Pertamina.

"Masyarakat setempat memanfaatkan kembali sisa-sisa lubang pertambangan Migas milik Pertamina untuk menyedot sisa minyak bumi yang ada untuk disuling secara tradisional. Kami juga tidak tahu bagaimana proses penyulingan itu berlangsung," terang Kapolres Pasaman, AKBP Hendri Yahya melalui Kasatreskrim, AKP Lazuardi, Jumat (21/2/2020).

Minyak hasil sulingan itu kata AKP Lazuardi diolah mendekati kualitas premium sebelum kemudian dijual.

"Dari pengakuan mereka jenisnya Premium. Namun setelah kami cek kualitasnya hanya diatas minyak tanah sedikit dan belum mendekati kualitas premium. Mungkin masih perlu proses lain agar menjadi premium. Tetapi keterbatasan alat dan biaya, mereka tidak lagi mempedulikan itu dan segera dijual ke masyarakat," tambahnya.

2. Dipasok di Kabupaten Sijunjung.

BBM Ilegal yang selesai diolah kata dia akan dipasok terlebih dahulu di daerah Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. 

"BBM Ilegal yang dibawa menggunakan tanki ke Sinjunjung akan diencer ke jeriken 35 liter. Sebelum kemudian dijual secara enceran di seluruh daerah Sumatera Barat dengan menggunakan mobil Grand Max," kata AKP Lazuardi.

3. Pendistribusian yang Sistemik.

Mekanisme pendistribusian BBM Ilegal itupun diatur sangat sistemik oleh pelaku sebelum diedarkan.

"Pemasok utama akan mencari kurir dan minibus untuk proses pendistribusian. Rata-rata dalam satu unit minibus akan disusun 63-70 jeregen besar untuk diedarkan ke kios-kios se- Sumatera Barat. Mereka beroperasi pada jam dini hari agar aman dari razia aparat," katanya.

4. Dijual dengan harga murah

Para pelaku mengaku menjual BBM Ilegal itu dengan harga murah agar diminati para pelanggan.

"Harga BBM Ilegal ini berkisar dari Rp6 ribu per liternya. Tentu dengan harga ini para pemilik kios akan lebih tergoda dan laris manis. Kemudian pengencer juga akan meraup dengan untung yang tinggi jika dibandingkan dengan harga BBM yang normal," katanya.

5. Berpotensi merusak kendaraan

Minyak hasil olahan tradisional yang memenuhi standar kelayakan tentu jelas akan merusak setiap kendaraan yang menggunakannya.

"Kalau kita lihat sasaran pasarnya untuk kendaraan roda dua. Karena dengan mudah dipasok ke kios-kios. Jelas potensi kerusakan kendaraan yang menggunakannya didepan mata," tambahnya.

6. Sudah berlangsung lama di Sumatera Barat

Pihak Polres Pasaman mengaku sangat terkejut jika bisnis BBM Ilegal itu diakui pelaku sudah berlangsung lama di Sumatera Barat.

"Kami tidak mau menduga-duga siapa dalang dibelakang bisnis ilegal ini. Namun kita lihat jalan operasinya tidak jauh dengan model pemasaran Narkotika yang sangat sistemik. Namun kami masih mendalami secara menyeluruh dalam kasus ini untuk diungkap," kata AKP Lazuardi.

Saat ini kata dia ihaknya masih terus melakukan pengembangan guna mengusut adanya dugaan keterlibatan pihak lain dalam bisnis ilegal ini.

"Sementara selruh pelaku beserta BB sudah diamankan di Polres Pasaman. Pelaku melanggar pasal / UU : Pasal 53 Huruf b dan d Undang-Undang No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dengan ancaman 4 tahun penjara," tutupnya.

(hri)



Berita Terkait

Baca Juga