Dalam Waktu Dua Minggu, Polres Payakumbuh Tangkap 14 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Dalam Waktu Dua Minggu Polres Payakumbuh Tangkap 14 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Dalam Waktu Dua Minggu, Polres Payakumbub Tangkap 14 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba, Jumat (21/2/2020)(Foto: Angga)

Covesia.com - Dalam waktu dua minggu, Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil menangkap 14 pelaku narkoba dalam operasi Antik Singgalang 2020 dari tanggal 7 – 20 Februari 2020. Ke-14 pelaku ini, satu diantaranya masih berada di bawah umur.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Donny Setiawan mengatakan penangkapan 14 pelaku narkoba selama operasi Antik Singgalang 2020 ini terbagi dalam 11 kasus narkoba.

“Ini semua pelaku, terbagi dari 11 kasus dengan TKP masih berada di wilayah polres Payakumbuh. Seluruhnya kami tangkap dalam dua minggu terakhir dalam operasi Antik Singgalang. Mulai dari tanggal 7-20 Februari 2020,” sebut Donny kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Mapolres Payakumbuh, Jumat (21/2/2020)

Dari 14 orang pelaku ini, 3 orang memang sudah menjadi Target Operasi (TO) kepolisian. Sedangkan yang lain hasil dari pengembangan dan pemain baru. Namun ada satu pelaku ditangkap karena pengembangan kasus Curanmor oleh Polsek Payakumbuh Kota.

“10 Kasus diungkap oleh Polres Payakumbuh dan 1 kasus diungkap oleh Polsek Payakumbuh Kota. Yang uniknya, keberhasilan Polsek Payakumbuh Kota menangkap pelaku narkoba ini dari rangkaian pengungkapan kasus curanmor. Jadi selain barang bukti 9,5 kg daun ganja kering dan 50,62 gram shabu, ada juga 3 unit sepeda motor,” kata Kapolres.

Kasat Resnarkoba Polres Payakumbuh, Iptu Desneri menyebutkan pengungkapan pertama dilakukan tanggal 10 Februari 2020 atau berjarak 3 hari dari operasi Antik Singgalang dimulai.

Pelaku yang diamankan adalah N, NI, ZN, DO, WEP, VAS, RS, HL, AR, DS, PW, MS, SNP, dan MI. Dari 14 pelaku 12 orang masih remaja, satu di bawah umur dan satu orang berusia 53 tahun.

Pelaku yang ditangkap akan dijerat UU No 35 tahun 2009  ayat 2 pasa 112 tentang narkotika dengan maksimal 20 tahun penjara.

“Karena itu pelaku ada anak dibawah umur, maka yang ditangkap tidak dilaksanakan diversi karena ancaman hukuman lebih dari tujuh tahun,” ucap Kasat. 

(agg)


 


Berita Terkait

Baca Juga