Angin Kencang Landa Kota Padang, Ini Kata BMKG

Angin Kencang Landa Kota Padang Ini Kata BMKG Angin kencang yang melanda kota Padang sebabkan pohon tumbang di Jalan Patimura, Sabtu (22/2/2020)(Foto: dok.bpbd)

Covesia.com - Angin kencang beberapa hari terakhir terjadi di wilayah pesisir barat Sumatera Barat, terutama yang menjadi daerah lereng barat bukit barisan. Di kota Padang seperti wilayah Kuranji, Lubuk Kilangan Pauh dan sebagainya.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha mengatakan ada beberapa penyebab angin kencang tersebut.

"Adanya pola arus udara subsidensi atau arus udara turun. Arus udara turun ini disebabkan oleh pergerakan angin timuran yang menuruni bagian barat bukit barisan. Arus udara subsidensi ini yang menyebabkan tiupan angin menjadi lebih kencang terutama di daerah lereng-lereng perbukitan. Berdasarkan data, kecepatan angin dapat mencapai 30 Knots atau 50-60 km/jam," ungkap Yudha saat dihubungi Covesia, Sabtu (22/2/2020).

Yudha menambahkan pola arus udara turun ini juga yang menyebabkan kondisi cuaca cerah, karena tidak mendukung pertumbuhan awan-awan vertikal sehingga relatif suhu udara di Padang menjadi lebih tinggi dan kering.

Yudha mengatakan umumnya kondisi ini lebih banyak terjadi pada saat pagi hingga menjelang siang hari. Itu dikarenakan pada saat tersebut perbedaan tekanan udara antara perbukitan dan dataran rendah relatif besar.

BMKG juga mengimbau masyarakat kota Padang untuk mewaspadai angin kencang yang dapat berdampak terhadap pohon-pohon yang sudah lapuk atau tua. "Pohon tersebut dapat tumbang, tak hanya itu juga baliho, yang dapat menimbulkan kerugian materil bahkan jiwa," terangnya.

Selain itu, Yudha mengatakan untuk dampak lain dari kondisi kelembaban yang relatif kering dapat memudahkan potensi terjadinya kebakaran lahan.

(ila/don)

Berita Terkait

Baca Juga