Abrasi Ancam Keindahan Objek Wisata Simpang Tigo Buayo Putieh Pessel

Abrasi Ancam Keindahan Objek Wisata Simpang Tigo Buayo Putieh Pessel Kondisi kawasan objek wisata Simpang Tigo Buayo Putieh di Taratak, Sutera Pessel. (Indra Yen)

Covesia.com - pasang air laut terus-terusan mengikis kawasan bibir pantai objek wisata Simpang Tigo Buayo Putieh di Taratak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Peristiwa itu mengancam keindahan kawasan tersebut.

Diketahui, kawasan objek wisata penyanggah Simpang Tigo Buayo Putieh, adalah salah satu kawasan wisata baru di Kabupaten Pessel.

Sejak kawasan ini dibuka untuk wisatawan beberapa bulan lalu, objek wisata ini terus ramai di kunjungi wisatawan lokal maupun luar daerah. 

Namun, dalam tingkat kunjungan yang cukup tinggi dan keindahan pantai yang sangat menarik dikunjungi ini, mulai terancam akibat abrasi air pasang yang terus-terusan mengikis bibir pantai.

Salah seorang warga setempat Dodianto (43) mengatakan, abrasi yang terjadi di kawasan ini sudah berlangsung lama, dan sampai sekarang belum ada perhatian pemerintah setempat.

"Kondisi ini memang sudah lama, dan bentukan muara di kawasan ini semakin hari semakin luas," sebutnya kepada Covesia.com Senin (24/2/2020)

Diterangkannya, dengan kondisi air pasang yang naik dua kali sehari membuat beberapa batang pohon kelapa di kawasan pantai terancam roboh.

Sebab diketahui, pohon-pohon kelapa yang ada di kawasan objek wisata tersebut, bisa digunakan untuk tempat duduk berteduh dan santai bagi pengunjung di kawasan.

Namun, sekrang beberapa pohon kelapa itu, sudah mulai roboh akibat air pasang, dan tidak bisa lagi digunakan.

"Sekarang sudah ada tiga barisan pohon kelapa yang roboh akibat dikikis air pasang. Jika dibiarkan mungkin akan bertambah," ujarnya.

Terkait kondisi ini, ia berharap segera mendapatkan solusi dari Pemerintah Daerah. Jika tidak ditangani secepat mungkin keindahan kawasan akan berangsur hilang dan minat wisatawan pun akan berkurang.

"Jika terus dikikis abrasi, kawasan wisata akan menyempit, karena satu persatu pohon kelapa di sini roboh dan tempat berteduh pengunjung berkurang. Dan ini sangat berpengaruh, nanti pengunjung tidak mau lagi ke sini," tutupnya.

Secara terpisah Wali Nagari Teratak, Sakban mengatakan, persoalan tersebut sudah disampaikan pada pemerintah daerah. Tidak hanya diusulkan berupa proposal saja, kondisi ini juga terus kita sampaikan setiap kali Musrembang Nagari dan Kecamatan.

Selain itu katanya, usulan itu juga diajukan pada salah seorang anggota DPR RI asal Sumbar. 

Pemerintahan nagari mengakui abrasi di wilayahnya perlu segera disikapi, apalagi setelah kawasan Simpang Tigo Buayo Putiah kembali hidup.

"Mudah-mudahan dapat dipasang batu jeti, sehingga keindahan Simpang Tigo Buayo Putiah dapat dipertahankan," harapnya.

(per/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga