Praktik Prostitusi Rumahan di Limapuluh Kota Disebut Telah Berlangsung Sejak Tahun 2012

Praktik Prostitusi Rumahan di Limapuluh Kota Disebut Telah Berlangsung Sejak Tahun 2012 Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Praktik prostitusi rumahan yang digerebek oleh satpol PP Limapuluh Kota, Senin (24/2/2020) kemarin di Kanagarian Lubuk Batingkok, Kecamatan Harau ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2012. Sejak masyarakat mengetahui praktik prostitusi tersebut, sudah empat kali pihak nagari melayangkan surat ke Satpol PP.

"Kami bersyukur, sudah digerebek rumah warga kami yang melakukan praktik prostitusi oleh Satpol PP. Praktik prostitusi itu sudah berlangsung sejak tahun 2012 silam dan kami dari pihak nagari sudah melayangkan empat kali surat ke Satpol PP," ungkap Walinagari Lubuk Batingkok, Yon Elfi Dt Pangulu Bosa kepada covesia.com, Selasa (25/2/2020.

Disebutkannya, beruntung satpol PP melakukan penggerebekan. Pasalnya, masyarakat sudah terlalu resah dengan ulah RF (pemilik rumah) yang menyediakan rumahnya untuk layanan esek-esek kepada pekerja seks dan lelaki hidung belang.

"Masyarakat sudah sangat resah. Surat-surat kami ke Satpol PP yang dilayangkan tahun 2012, 2013 dan 2019 tidak digubris. Barulah surat tanggal 14 Februari 2020 kemarin digubris. Soalnya ratusan masyarakat sudah siap untuk melakukan aksi massa. Apalagi rumah RF tidak jauh dari kantor Walinagari, hanya 200 meter. Prilaku RF ini sudah sangat mencoreng wajah masyarakat di nagari," katanya.

Sebelum dilakukan penggerebekan, tokoh masyarakat nagari Lubuk Batingkok sebenarnya sudah berulang kali memperingati RF. Bahkan tahun 2013, RF sudah dibuang secara adat di nagari Lubuk Batingkok. Hanya saja, masyarakat dan nagari tidak bisa berbuat lebih selain membuang secara adat.

"Sejak 2013 sudah dikucilkan dari masyarakat karena RF ini membuka rumahnya untuk praktik prostitusi. Kami buang secara adat. Tapi kami hanya bisa melakukan itu saja, untuk mengusirnya tidak ada wewenang kami. Nanti nagari kami disebut pula sama orang pernah menpersekusi warganya sendiri," sambung Yon Elfi.

Dengan dibongkarnya praktik prostitusi rumahan di Lubuk Batingkok, Yon Elfi meminta kepada penegak hukum untuk memproses RF secara hukum. Pasalnya, RF tipical yang cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar.

"Kami dari pihak nagari meminta RF ini dihukum sesuai aturan berlaku supaya ada efek jera baginya. Jika tidak, rumahnya akan kembali dijadikan tempat prostitusi," katanya.

Sebelumnya, Satpol PP Limapuluh Kota menggerebek praktek prostitusi rumahan di Kenagarian Lubuk Batingkok, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (24/2/2020). Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan RF (37) selaku pemilik rumah dan tiga wanita yang diduga PSK yakni N (31) L (37) dan LD (37).

(agg/adi)

Berita Terkait

Baca Juga