Hebat! Prof Diana Kartika, Akademisi dan Pengusaha yang Bergelimang Prestasi

Hebat Prof Diana Kartika Akademisi dan Pengusaha yang Bergelimang Prestasi Prof. Dr. Dra. Diana Kartika (Dok. Pribadi)

Covesia.com - Siapa yang tidak kenal Prof. Dr. Dra. Diana Kartika. Ia wanita telaten yang sarat pengalaman. Sebagai seorang akademisi, Diana sudah mencapai gelar puncak, yaitu profesor. Tak hanya sukses sebagai akademisi, Diana juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang teruji.

Diana aktif mengajar Sastra Jepang di Universitas Bung Hatta sekaligus sebagai Wakil Rektor 3 yang sibuk dengan kegiatan kemahasiswaan dan kerjasama dengan berbagai pihak. Di bidang usaha, ia merupakan owner sebuah salon di Jakarta. Di samping owner sebuah salon, Diana juga memiliki usaha  Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 

Karena profesinya sebagai pendidik, Diana Kartika juga sangat peduli dengan kemampuan bahasa anak-anak dengan mendirikan sebuah lembaga pendidikan LIA di Palembang. Sehingga anak bangsa ini memiliki minimal tiga kemampuan berbahasa, yaitu: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan bahasa Jepang. 

Di samping kompetensi bahasa yg harus dimiliki, prof Diana Kartika juga aktif dalam mengasah Soft Skill mahasiswa dan bahkan siswa yang ada di sekolah-sekolah dengan mengadakan pengabdian kepada masyarakat agar generasi kedepan siap menghadapi tantangan masa depan yang semakin berat, tentunya menuntut berbagai macam kompetensi.

Meskipun sibuk dengan kegiatan sehari-hari, Diana tetap meluangkan waktu untuk anak-anak dan suami. Diana juga dikenal sebagai ibu dan istri yang baik bagi keluarganya.

Diana Kartika lahir di Palembang 15 April 1967. Beliau putri bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Mansyurdin Arma dan Hilma Durin.

Mansyurdin Arman lahir di Padang Panjang pada 25 Oktober 1931 dan tutup usia 31 Oktober 2002 dan sedangkan Ibunya, Hilma Durin,  lahir pada 22 Oktober 1931, tutup usia pada 1 September 2018. 

Diana Kartika menikah pada 1989 dengan Weno Aulia Durin, putra pertama dari pasangan Hasan Basri Durin dan Zuraida. Mereka memiliki dua orang anak, yaitu M. Fadhlan Rifki B.Bus, MA dan Raisa Hulia Putri, B Des, M. Des. Dan satu orang menantu yaitu Marsha Caesarena Rianko Putri, S.Psi, M.Sc.

Prof Diana Kartika menempuh pendidikan SD,SMP hingga SMA di Palembang. Kemudian melanjutkan studi S1 ke Universitas Indonesia. Awal karirnya Diana Kartika pada 1992 ia menjadi Dosen PNS-DPK di Program Studi Sastra Jepang Universitas Bung Hatta. Pada tahun 1997 Diana Kartika mengambil keputusan untuk melanjutkan kuliah S2 dan S3 pada jurusan Pendidikan Bahasa di Universitas Negeri Jakarta. Bahkan ia dapat mengikuti program transfer akademik (tanpa tesis dan wisuda S2 dan langsung lanjut ke S3) dan berhak menyandang gelar Doktor pada 2009.

Pada 2013 - 2016, ia menduduki jabatan struktural sebagai ketua program studi Sastra Jepang di Fakultas Ilmu Budaya. 2016 – 2020 menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang III yaitu bidang kemahasiswaan, kerjasama, dan alumni. Pada 2017, Diana Kartika dipercaya oleh Kepala Kopertis Wilayah X yang sekarang menjadi LLDikti Wilayah X menjadi Chief Editor Jurnal Kata (jurnal penelitian Ilmu Bahasa, Sastra dan Seni). 

Saat menjadi WR III, Diana juga menorehkan prestasi yang prestisius, di mana pada 2019, Bidang Kemahasiswaan Universitas Bung Hatta meraih peringkat 101 perguruan tinggi di Indonesia hasil pemeringkatan Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (SIMKATMAWA) oleh Kemenristekdikti.

Beliau juga aktif menjadi anggota Masyarakat Linguistik Indonesia dari tahun 2003 hingga saat ini. Tak hanya itu, Diana juga menjadi Ketua Asosiasi Studi Jepang Indonesia dari 2011 hingga sekarang dan juga Ketua Forkomawa LLDikti Wilayah X tahun 2019 -2022. 

Diana Kartika menerima SK Fungsional Lektor Kepala pada Tahun 2014 dan SK Kepangkatan Pembina (IVa) pada 2016. Awal 2017, Diana Kartika mulai memikirkan bagaimana caranya mendapatkan gelar profesor yang merupakan jabatan fungsional yang diimpi-impikan bagi akademisi. Karena beliau menargetkan saat menjadi Wakil Rektor III di Universitas Bung Hatta berakhir tahun 2020, beliau harus mendapatkan gelar profesor. 

Dari tahun 2017 tersebut beliau menyiapkan diri untuk mengikuti Konferensi Nasional dan International. Diana Kartika mulai rajin menulis artikel ilmiah dan di manapun ada konferensi beliau selalu mengikutinya. Di samping menjabat seorang Wakil Rektor III di Universitas Bung Hata, tentunya beliau sangat sibuk dengan kegiatan kampus yang menuntutnya harus mampu mengelola waktu dengan baik. Sehinga tugasnya menjadi seorang dosen dan pimpinan, istri dan ibu harus terlaksana dengan baik. 

Karena semangat tinggi beliau, pada 2017, sampai 4 kali mengikuti Konferensi Nasional maupun International dalam satu semester. Konferensi Internional terjauh yang pernah diikuti oleh Diana Kartika yaitu '4Th International Conference on Multidisciplinary Research In Development of Social Science Research (MRDS)' di Osaka Jepang.  Tercatat ada 12 kali Konferensi Nasional maupun International, 3 artikel terindeks scopus, 3 artikel International, 2 Artikel Nasional terakreditas dan 2 Artikel Nasional, 5 Prosiding International,  3 Prosiding Nasional, 5 buku ajar dan 1 buku referensi. 

Pada tahun 2018 Diana Kartika Mendapatkan penghargaan hak kekayaan intelektual terbanyak dalam rangka Dies Natalis ke – 37 tahun Universitas Bung Hatta yaitu ada 7 HKI yang dimilikinya.

Waktu berlalu dari tahun 2017 hingga pertengahan 2019, tepatnya 2,5 tahun beliau menyiapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat). Pada  bulan Juli dan Agustus, Diana mulai menyusun Perhitungan angka kredit (PAK) untuk pengusulan sebagai guru besar. Pada18 September 2019, beliau diusulkan oleh LLDIKTI Wilayah X dari Lektor Kepala kum 437,50 ke jabatan guru besar dan 26 November 2019, pengusulan ditolak oleh Kemenristekdikti dengan alasan adanya permintaan klarifikasi untuk pengajuan guru besar. 

Saat ditolak tersebut, Diana sempat  pesimis dan berpikir tidak mungkin gelar guru besar tersebut dapat diraihnya. Namun beliau selalu dimotivasi oleh sahabat-sahabatnya agar tetap opitimis, bahwa masih ada waktu untuk melakukan klarifikasi dengan anggota senat universitas. 

Tepatnya pada 11 Desember 2019, LLDikti kembali mengusulkan dengan klarifikasi yang diminta ke Kemenristekdikti untuk dilanjutkan prosesnya. Terhitung mulai tanggal 1 Desember 2019 Diana Kartika berhak menjadi Profesor/Guru Besar dalam Bidang Pendidikan Bahasa Jepang di wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepri) dengan angka kredit 915, 70, Nomor SK: 1727/A3/KP/2020 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

(adv)

Berita Terkait

Baca Juga