Kejari Pariaman Segera Limpahkan Kasus Mark Up Tiket ke Pengadilan Tipikor

Kejari Pariaman Segera Limpahkan Kasus Mark Up Tiket ke Pengadilan Tipikor Kepala Kajari Pariaman Efrianto

Covesia.com - Kejaksaan Negeri (kejari) Pariaman dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas kasus mark up tiket perjalanan dinas Anggota DPRD Padang Pariaman tahun anggaran 2012-2013 ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Padang.

"Sekarang kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap (P21), dan penyidik juga sudah melimpahkan tahap II (Penyerahan bukti dan Tersangka), pada 10 Februari 2020 lalu," sebut Kepala Kajari Pariaman Efrianto, Jumat (28/2/2020).

Lanjut Efrianto, pihaknya saat ini juga sudah merampungkan berkas dakwaan dan sudah siap untuk menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Padang guna pembuktian dalam perkara tersebut.

"Insyaallah minggu depan sudah bisa kami daftarkan ke pengadilan Tipikor Padang," ujarnya

Dikatakan Efrianto, dalam kasus ini ada dua tersangka, masing-masing dengan inisial ND yang merupakan mantan anggota DPRD Padang Pariaman, dan pihak ketiga (rekanan) yang merupakan calo tiket berinisial RT. 

Namun untuk kedua tersangka, berdasarkan saran dari penyidik, tidak dilakukan penahanan. Sebab selama proses tersebut tersangka masih koperatif.

Efrianto menyebutkan, untuk kerugian negara berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh BPK dalam kasus ini ada sekitar Rp700 juta.

"Kerugian mencapai Rp700 juta berdasarkan audit yang dilakukan BPK RI Sumbar," katanya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Pariaman menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan mark up tiket pesawat perjalanan dinas yang terjadi di DPRD Kabupaten Padangpariaman tahun anggaran 2012-2013. Sedangkan penetapan keduanya sebagai tersangka dilakukan pada 8 Mei 2019.

Kedua tersangka yakni ND yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman perempuan, pada periode 2014-2019. Sementara RT merupakan agen penjual tiket pesawat. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga