Fraksi Gerindra: 18 Anggota DPRD Sepakat Interpelasi Gubernur Sumbar

Fraksi Gerindra 18 Anggota DPRD Sepakat Interpelasi Gubernur Sumbar Foto: Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat menyampaikan alasan pungusulan interpelasi terhadap gubernur Sumbar di ruang rapat paripurna DPRD Sumbar, Jumat (28/2/2020)(foto:Covesia/Laila)
Covesia.com - Ketua Fraksi Gerindra Hidayat mengatakan 18 anggota DPRD Sumbar sepakat melakukan interpelasi pada Gubernur Sumbar. Interpelasi tersebut terkait perjalanan dinas ke luar negeri, Kebijakan APBD serta pengelolaan aset daerah.

"Kami 18 anggota DPRD Sumbar terdiri 14 orang fraksi Gerindra, 2 fraksi Demokrat, 1 Golkar dan 1 Nasdem setuju menggunakan hak interpelasi DPRD untuk meminta keterangan dan penjelasan yang komprehensif yang disampaikan langsung oleh gubernur," ungkap Hidayat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumbar, Jumat (28/2/2020).

Interpelasi tidak hanya perjalanan ke luar negeri tapi juga pengelolaan APBD dan aset daerah.

Dikatakan Hidayat berdasarkan kajian dan pengamatan serta laporan kinerja pemerintahan daerah dari sektor perekonomian dan pengelolaan BUMD masih belum memuaskan sesuai dengan target.

Mengenai investasi ke luar negeri,  harus dipertanyakan sejauh mana efektivitas kunjungan ke luar negeri mendatangkan manfaat dalam percepatan pertumbuhan ekonomi Sumbar, pembukaan lapangan pekerjaan, dan mengurangi pengangguran, serta mengurangi kemiskinan, termasuk jenis dan bentuk serta investasi yang telah dan akan dilaksanakan di daerah.

Tak hanya itu, kata Hidayat pemerintah daerah sudah berupaya menjajal pasar luar negeri mengenalkan produk unggulan daerah. Namun kebijakan yang diambil dinilai belum tepat.

"Meskipun perjalanan luar negeri tersebut telah dialokasikan sesuai APBD serta syarat perizinan luar negeri yang telah di tetapkan Mendagri harus ditimbang pengunaan secara efektif dan rombongan yang berangkat," jelasnya.

Tujuan perjalanan ke luar negeri gubernur antaranya Moscow, Norwegia, Jerman, Prancis, Colombia, Hawai, Amerika Serikat dan beberapa lainnya seperti roadshow menjelajahi dunia yang dengan bentuk kerjasama dan MoU. "Padahal negara tersebut tidak memiliki hubungan dagang yang erat dan kontribusi yang signifikan untuk Sumbar," ujarnya.

Ia menilai seharusnya jalin kerjasama itu ke negara Asean yang pusat belanja bebas MEA dan Asean timur.

Tak hanya itu, BUMD belum sesuai harapan seperti PT grafika, PT ATS, PT Dinamika, Jam Krida ,Bank Nagari dan lainnya.

"Beratnya lemak dan kolesterol yang menggelayut di tubuh BUMD ini tidak  mampu melakukan akselerasi hingga tidak mampu memenuhi defiden yang ditetapkan APBD. Bahkan ada yang tidak mampu memberikan defiden padahal tambahan modal terus dilakukan. Kesalahan kebijakan daerah," pungkasnya.
(lia/adi)

Berita Terkait

Baca Juga