Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar Ditargetkan Rampung 2024

Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Pasbar Ditargetkan Rampung 2024 Kemenko Kemaritiman dan Investasi bersama Pemkab Pasbar saat meninjau lokasi pembangunan pelabuhan Teluk Tapang, di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (27/2/2020)

Covesia.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia menargetkan pembangunan akses maupun prasarana pelabuhan Teluk Tapang di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar rampung pada tahun 2024.

Hal ini disampikan oleh Asisten Deputi Bidang Infrastruktur dan Pelayaran Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Djoko Hartoyo usai meninjau akses jalan dan pelabuhan Teluk Tapang bersama Forkopimda Pasbar pada, Kamis (27/2/2020) kemarin.

"Pelabuhan Teluk Tapang ini sudah selesai pada tahun 2013 lalu. Namun karena akses jalan yang belum selesai, keberadaan pelabuhan belum bisa dimanfaatkan," terang Djoko Hartoyo, Jumat (28/2/2020).

Disampaikan Djoko, pihaknya akan melakukan percepatan pembanguan akses jalan yang sudah dianggarkan tersebut. Sebab pembangunan akses jalan menuju pelabuhan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang diharapkan rampung pada tahun 2024 mendatang.

"Akses jalan minimal Dua Tahun sudah selesai. Baru Kita mulai bangun fasilitas pelabuhan seperti kantor dan lainnya sehingga pelabuhan bisa dimanfaatkan," katanya.

Sementara Bupati Pasaman Barat, Yulianto menyampaikan bahwa kehadiran Asdep beserta rombongan juga dalam rangka menindaklanjuti anggaran dana pembangunan akses jalan Teluk Tapang yang memang sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

"Hasil dari peninjauan ini tentunya sudah jelas karena anggaran sudah ada. Tergantung teknisnya lagi nanti bagaimana. Karena anggarannya kan sudah ada. Tapi memang itu nanti sampai Tahun 2024 pengerjaannya. Kita maunya juga sebelum 2024 sudah rampung akses jalannya" kata Yulianto.

Disampaikan Yulianto, sejauh ini belum ada kendala berarti terkait perencanaan kelanjutan pembangunan akses jalan menuju Teluk Tapang tersebut. 

"Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan lancar. Agar pelabuhan tersebut segera dimanfaatkan oleh masyarakat," tutupnya.

Yulianto menyebutkan salah satu dampak positif dari keberadaan Pelabuhan Teluk Tapang yaitu memangkas biaya angkut CPO Sawit yang biasanya ke Teluk Bayur Padang.

"Kalau biasanya ke Teluk Bayur di Padang akan menempuh 140 kilometer dengan biaya Rp200.000 perton. Jika menggunakan Pelabuhan Teluk Tapang maka biaya transportasi menjadi Rp100.000 per ton atau berkurang 50 persen. Kedua, mengurangi frekuensi penggunaan jalan oleh truk angkutan CPO sehingga memperpanjang umur pakai jalan nasional dan jalan provinsi," kata Yulianto.

Selanjutnya kata dia dengan terbukanya akses Pelabuhan Teluk Tapang dapat menuntasan status jorong tertinggal yakni Jorong Ranah Panantian dan Jorong Pigogah Pati Bubur. 

"Penyerapan tenaga kerja untuk penurunan angka pengangguran, mengurangi beban operasional atau kepadatan Pelabuhan Teluk Bayur. Pelabuhan Teluk Tapang menjadi jalan masuk barang komoditi dan distribusi serta memperlancar ekspor komoditi yang ada. Akan menjadi tempat pengapalan hasil tambang biji besi dan memperlancar transportasi air CPO dan inti kelapa sawit. Sebab Pasaman Barat ini memiliki produksi perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan. Jika pelabuhan beroperasi akan mengurangi jarak tempuh dan biaya," tutupnya.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga