Lima Hektar Lahan Sawit di Pasaman Barat Alami Kebakaran

Lima Hektar Lahan Sawit di Pasaman Barat Alami Kebakaran TRC BPBD Pasbar bersama aparat gabungan saat tengah berupaya memadamkan kobaran api di lahan perkebunan Sawit di Plasma Batang Alin Permai Jorong Lubuk Juangan, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat, Jumat (28/2/2020) sore. (Ist)

Covesia.com - Sekitar lima Hektar lahan perkebunan Sawit di Plasma Batang Alin Permai Jorong Lubuk Juangan, Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat, dilaporkan alami kebakaran.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Edi Busti melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat, Decky Harmiko Sahputra kepada Covesia.com mengatakan hingga saat ini kebakaran masih terus meluas.

"Luas lahan yang sudah dilalap api diperkirakan 4-5 Hektar dengan 6 titik sebaran api di area perkebunan Sawit Plasma Batang Alin Permai," terang Decky Harmiko Sahputra kepada Covesia.com, Jumat (28/2/2020) sore.

Decky mengatakan lokasi kebakaran lahan Sawit itu terjadi di perkebunan Plasma Blok A 6.

"Saat ini Plasma tersebut susah di kelola oleh masing- masing pribadi. Untuk lokasi terjadinya kebakaran ini milik Riki (34) warga setempat," tambahnya.

Pihaknya hingga saat ini belum mengetahui apa penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

"Menurut keterangan korban, kebakaran ini diduga sudah terjadi sejak (27/2) sore kemarin. Cuma saja daerah yang terbakar masih sekitar satu Hektar. Namun dalam kurun waktu satu malam hingga tadi sore, luas lahan terbakar sudah mencapai lima hektar," katanya.
Pihaknya yang menerima laporan korban langsung menuju lokasi bersama aparat gabungan TNI-Polri untuk memadamkan kobaran api.

"Hingga saat ini masih berlangsung. Namun karena lokasi sumber air sangat lumayan jauh dari titik-titik api menyulitkan petugas untuk memadamkannya," katanya.
Api kata dia cepat menjalar disebabkan daerah lahan Sawit yang bergambut.
"Api cepat menyebar dan sebaliknya susah dipadamkan karena lahan bergambut. Sejumlah aparat gabungan juga hanya bisa menghentikan kobaran api dengan peralatan seadanya," katanya.
Namun demikian kata dia, pihaknya bersama aparat gabungan akan terus berupaya memadamkan kobaran api agar tidak terus meluas.
"Alhamdulillah masyarakat setempat juga turut membantu. Atas kejadian ini kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan sekitar ditengah cuaca panas (ekstrem) dan angin kencang ini yang sedang melanda daerah Pasbar. Jangan membakar lahan dan membuang putung rokok sembarangan. Sebelum nantinya jumlah lahan terbakar semakin meluas," tutupnya.
(hri)

Berita Terkait

Baca Juga