Keracunan Massal di Pasaman Barat, Kadis Pangan Sumbar Belum Dapat Laporan

Keracunan Massal di Pasaman Barat Kadis Pangan Sumbar Belum Dapat Laporan Korban keracunan Ikan Tongkol saat sedang dirawat di Puskesmas Talamau, Pasbar, Rabu (11/3/2020) malam. (Foto: Istimewa)

Covesia.com - Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Efendi mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait kasus keracunan massal di Jorong Tinggam Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat.

"Belum ada laporan sama saya itu," ujarnya saat dihubungi Covesia via telepon, Jumat (13/3/2020).

Efendi menjelaskan bahwa kasus keracunan massal yang dialami puluhan warga setelah mengonsumsi ikan tongkol merupakan kewenangan Dinas Pangan Kabupaten Pasaman Barat. Informasi yang dihimpun Covesia, diduga ikan tongkol tersebut mengandung formalin. 

Hingga saat ini, Dinas Pangan Provinsi Sumbar belum menerima laporan tentang kejadian tersebut dari Dinas Pangan Kabupaten Pasaman Barat.

Karena belum menerima laporan dari Dinas Pangan Kabupaten Pasaman Barat, Efendi enggan menjawab pertanyaan Covesia lebih lanjut. 

"Saya tidak tahu kronologisnya. Apa yang bisa saya jawab. Kalau ada laporan dari Kabupaten, baru bisa saya jawab," tuturnya.

Oleh karena itu, Efendi meminta Covesia untuk menghubungi Dinas Pangan Kabupaten Pasaman Barat.

"Karena kewenangan ini berada di kabupaten. Ada juga kewenangan BPOM," ujarnya pula. 

Diberitakan sebelumnya bahwa telah terjadi keracunan massal di Jorong Tinggam Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat. 

Hingga Kamis (12/3/2020) dini hari, setidaknya sudah 50 warga yang mengalami keracunan.

Warga tersebut mengalami keracunan setelah mengonsumsi ikan tongkol yang dibeli di Pasar Tinggam dan Pasar Talu Kecamatan Talamau Pasaman Barat. 

Syahril Eva selaku Kepala Puskesmas Talamau mengatakan bahwa diduga ikan tongkol tersebut mengandung formalin.

"Bisa jadi mengandung formalin. Karena biasanya Ikan Tongkol yang bisa membuat keracunan itu mengandung bahan pengawet berbahaya," terangnya.

Untuk memastikan itu kata Syahri Elva, pihaknya sudah meminta sampel untuk memesan Ikan Tongkol milik warga untuk dilakukan uji laboratorium di Dinas Kesehatan Pasaman Barat. 

(frd)

Berita Terkait

Baca Juga