Maklumat Kapolri untuk Cegah COVID-19, Salah Satu Isinya Larang Masyarakat Adakan Resepsi Keluarga

Maklumat Kapolri untuk Cegah COVID19 Salah Satu Isinya Larang Masyarakat Adakan Resepsi Keluarga Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto (Foto: dok.humas)

Covesia.com - Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Hingga hari ini, Minggu (22/3/2020), total penderita virus Corona baru itu mencapai 514 orang. 

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Idham Azis mengeluarkan maklumat.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Barat Kombes Pol Satake Bayu Setianto  membenarkan perihal maklumat yang dikeluarkan oleh orang nomor satu di Polri tersebut.

"Maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri, agar penyebaran virus tidak semakin meluas dan berkembang menjadi gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)," kata Stefanus dalam siaran persnya, Minggu (22/3/2020).

Dia menerangkan bahwa maklumat yang dikeluarkan Kapolri yaitu tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran COVID-19.

Di dalam maklumat tersebut dijelaskan Polri untuk sementara waktu melarang diadakannya kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri

Kegiatan sosial kemasyarakatan itu seperti pertemuan sosial budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya yang sejenis. Kemudian, kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga.

Polri juga melarang diadakannya kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, dan karnaval, serta kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa.

Di dalam maklumat itu, Kapolri mengimbau masyarakat untuk tidak panik serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing dengan selalu mengikuti informasi dan imbauan resmi yang dikeluarkan pemerintah.

"Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan penyebaran COVID-19," tulisnya.

Polri juga melarang tindakan penimbunan kebutuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya. Kapolri di dalam maklumat tersebut meminta masyarakat untuk tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas kebenarannya. 

"Apabila ada informasi yang tidak jelas sumbernya dapat menghubungi kepolisian setempat," lanjutnya.

Dan, apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, kata Kapolri, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat," tuturnya.

Maklumat tersebut ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Idham Aziz sendiri pada 19 Maret 2020.

(fkh)

Berita Terkait

Baca Juga