Percaya Tangkal Wabah Covid-19, Warga di Pessel Lakukan Tradisi Tahlil Tulak Bala

Percaya Tangkal Wabah Covid19 Warga di Pessel Lakukan Tradisi Tahlil Tulak Bala Warga Kenagarian Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumater Barat lakukan tahlil tulak bala ditengah wabah Covid-19 (Ist)

Covesia.com - Ratusan warga di Kenagarian Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumater Barat melakukan tradisi tahlil tulak bala sepanjang jalan di kenagarian itu, guna menangkal bahayanya penyebaran Covid-19.

Dimana menurut warga setempat selama ini tradisi tahlil tulak bala dipercaya dapat menangkal setiap penykit atau wabah virus yang sifatnya menular. 

Salah seorang warga setempat Yafris (25) mengatakan, tahlil tulak bala dilakukan dengan cara berjalan kaki sambil membaca lafadz "La Illah Ha Il Lallah" sepanjang jalan di kenagarian itu. 

"Dimana, kita sama-sama mengucap tahlil mulai dari pangkal nagari sampai ujung nagari Taratak Sungai Lundang," sebutnya saat dihubungi Covesia.com, Jumat (27/3/2020).

Kemudian, Tamar Imam Mudo salah seroang tokoh agama setempat mengatakan, tradisi tulak bala ini merupakan warisan yang diwarisi oleh nenek moyang mereka.

"Sebab, dari dahulu masyarakat kita Taratak Sungai Lundang, sangat fanatik dengan agama, dan kita semua percaya setiap sesuatu kejadian itu harus diserahkan kepada Allah," katanya

Ia menerangkan, tahlil tulak bala dilakukan dengan cara berjalan kaki sepanjang jalan di kenagarian itu dan berakhir di tepi sungai.

Setelah sampai di tepi sungai ucapnya, masyarakat yang di pimpin imam khotib, mengomandankan suara adzan dan berdoa bersama ditepi sungai.

"Karena, tulak bala yang berakhir di tepi sungai, hakikatnya bala dan musibah hanyut bersama arus sungai," jelasanya

Selain bertahlil di sepanjang jalan lanjutnya, untuk kaum ibuk-ibuk beriringan dengan tahlilan membakar daun sicerek, capo, dan daun siriang2 di depan pintu rumah merekah. 

"Jadi, dengan membakar daun-daun itu, nantinya akan menimbulkan aroma wangi dan aroma wangi itu, dipercaya dapat menangkal masukknya bakteri atau virus kedalam rumah," katanya

Tahlil tulak bala ini diikuti oleh ratusan masyarakat di kenagarian setempat, dan akan berlangsung selama tujuh hari kedepan. 

"Mulai hari ini sampai tujuh hari kedepan, kita akan terus melakukan tahlil tulak bala setiap sorenya sebelum waktu salat magrib," terangnya

Sementara itu, Wali Nagari Taratak Sungai Lundang, Hadis Hermanto menyampaikan, bahwa setiap ada musibah atau adanya penyakit berbahaya masuk ke daerah itu. 

Maka, masyarakat bersama unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, bundo kanduang, pemerintah nagari serta masyarakat setempat, akan mensepakati diadakan tulak bala.

"Memang, sudah tradisi kita yang diwarisi dari nenek moyang terdahulu. Jadi, apabila ada penyakit berhaya maka akan dilakukan tahlil tulak bala," ucapnya.

Kendati demikian lanjut wali nagari, ia berharap dengan diadakannya tahlil tulak bala dan doa bersama ini, dirinya berharap masyarakatnya dijauhi oleh musibah dan virus berbahaya seperti Covid-19. 

"Semoga masyarakat Kenagarian Taratak Sungai Lundang dan Pessel, selalu dapat lindungan Allah SWT dari segala penyakit dan mara bahaya terkhusus COVID 19," harapnya.

(ind)

Berita Terkait

Baca Juga