2.834 Perantau Limapuluh Kota Pulang Kampung di Tengah Ancaman Corona

2834 Perantau Limapuluh Kota Pulang Kampung di Tengah Ancaman Corona Ilustrasi

Covesia.com – Ditengah ancaman bahaya wabah Virus Covid-19, sebanyak 2.834 perantau pulang kampung ke Kabupaten Limapuluh Kota. Para perantau ini sudah berada di rumahnya masing-masing. Hal ini disampaikan oleh Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi dalam konferensi pers online bersama awak media, Selasa (31/3/2020).

“Dalam data yang masuk kepada saya sampai hari ini, sebanyak 2.834 perantau dari berbagai daerah pulang kampung ke rumah masing-masing di Limapuluh Kota. Data ini kam himpun bagi perantau yang melewati daerah perbatasan di Pangkalan, Lareh Sago Halaban dan Akabiluru,” sebut Irfendi Arbi.

Tinggi jumlah perantau yang pulang kampung ini, disebutkan Irfendi karena banyak daerah tempatnya mengadu nasib sudah memberlakukan lockdown. Hal tersebut menyulitkan perantau untuk mencari nafkah dan akhirnya memutuskan pulang kekampung halaman.

Namun untuk meminimalisir adanya wabah Covid – 19 yang bisa saja dibawa oleh perantau ke kampung halaman, Irfendi mengatakan pihaknya saat ini aktif melakukan pemeriksaan kesehatan kepada perantau yang datang. Baik di perbatasan maupun di rumahnya masing-masing dengan pola tenaga kesehatan rutin melakukan pengenchekan kesehatan ke rumah perantau tersebut.

“Pemeriksaan kesehatan kami lakukan di perbatasan dan jemput bola ke rumah perantau. Seluruhnya dilakukan pengawasan oleh tim medis. Sampai hari ini, masyarakat Limapuluh Kota yang masuk dalam kategori ODP sebanyak 39 orang dan PDP 4 orang. Jumlah ini juga termasuk perantau yang pulang kampung,” sebutnya.

Mengenai pengechekan di perbatasan, Irfendi menyebutkan saat ini petugas medis tengah kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Karena itulah hanya diberlakukan pengechekan kesehatan satu lapir yakni di posko pencegahan covid-19 di perbatasan Sumbar- Riau di Kenagarian Tanjung Balik,  Kecamatan Pangkalan.

“Cuma satu lapis. Rencana kami akan dilakukan dua pengechekan yaitu di Pangkalan dan Kelok Sembilan. Namun, karena kekurangan APD, terpaksa hanya dilakukan di Pangkalan saja,” katanya.

Data 2.834 perantau yang pulang kampung ini, Pemkab Limapuluh Kota didapat dari masyarakat yang melintas dari perbatasan yang khusus pulang ke Limapuluh Kota. Sedangkan yang pulang ke daerah selain Limapuluh Kota tidak di hitung oleh petugas.

“Kami menghitung khusus yang pulang ke Limapuluh Kota. Yang untuk ke Padang, Solok, Bukittinggi dan daerah lainnya, tidak kami hitung,:” kata Irfendi (Agg)

Berita Terkait

Baca Juga