Masyarakat Menilai Program Agam Manyamai Membantu saat Pandemi Covid-19

Masyarakat Menilai Program Agam Manyamai Membantu saat Pandemi Covid19 Seorang warga Kampung Parit Garagahan sedang memetik daun singkong untuk sayur.

Covesia.com - Masyarakat Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menilai Program Agam Manyamai yang digalakkan pemerintah daerah cukup membantu ekonomi saat pendemi Covid-19.

Salah seorang warga Kampung Parit Nagari Garagahan, Sasmaniar (62) mengatakan, ia saat ini sangat mengandalkan hasil pertanian dan sayur mayur di perkarangan untuk memenuhi kebutuhan di tengah kebijakan agar masyarakat menjauhi keramaian untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Alhamdulillah di samping rumah ada kelapa, singkong dan katu. Saya juga menanam kunyit jahe dan serai dan rempah lainnya. Jadi saat kondisi sulit seperti ini bisa untuk mencukupi kebutuhan pangan," ujarnya, Kamis (2/4/2020).

Hal senada juga diungkapkan Ani (56) warga Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, wanita yang kesehariannya sebagai pedagang cabai dan rempah di salah pasar tradisional. Ia memutuskan tidak berjualan dulu. Hal itu dikarenakan merosotnya hasil penjualan serta imbauan Pemda Agam untuk tidak melakukan aktivitas jual beli di pasar beberapa waktu ke depan.

"Untuk melengkapi lauk pauk, saya tidak banyak mengeluarkan uang. Saya bisa memancing ikan di kolam yang berada di belakang rumah, dan untuk sayur bisa di petik di sekeliling perkarangan," katanya.

Di sisi lain, Bupati Agam, Indra Catri memang menghimbau masyarakat untuk menggiatkan program Agam Manyamai tersebut. Pemanfaatkan lahan perkarangan secara maksimal bisa membantu masyarajat di kala kondisi sulit.

"Optimalkan lahan pekarangan dengan menanam berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan pokok untuk dikonsumsi, begitu juga dengan kolam, isi kembali dengan ikan, hal itu bertujuan untuk penghematan pada situasi sulit seperti sekarang ini," tuturnya beberapa waktu lalu.

Pihaknya juga sudah meminta izin pada ketua DPRD Agam untuk mempersiapkan berbagai kebijakan yang diarahkan untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyebaran Covid-19 termasuk dalam membantu masyarakat yang tidak mampu.

Salah satu antisipasi penyebaran Covid-19 adalah dengan instruksi social-physical distancing, namun hal ini  berdampak pada lumpuhnya aktivitas dan ekonomi masyarakat.

“Kami sudah meminta tim gugus tugas penanganan penyebaran Covid-19 Kabupaten Agam bersama unsur terkait untuk segera melakukan kajian, bantu masyarakat yang tak mampu, siapkan anggaran untuk itu," pungkasnya.

(jhn/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga