Puluhan Warga Binaan Dibebaskan, Lapas Klas IIB Pariaman Masih Kelebihan Kapasitas

Puluhan Warga Binaan Dibebaskan Lapas Klas IIB Pariaman Masih Kelebihan Kapasitas Saat puluhan napi bebas dari Lapas Klas IIB Pariaman, karena mendapatkan asimilasi.

Covesia.com - Meski sudah dibebaskan sebanyak 97 warga binaan karena mendapatkan asimilasi, namun Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman masih kelebihan kapasitas. 

"Saat ini Lapas Pariaman dihuni oleh 590 warga binaan. Seharunya lapas itu dihuni oleh 150 orang," kata Kepala Lapas Kelas llB Pariaman, Eddy Junaidi, Kamis (2/4/2020).

Lanjut Eddy, jadi kelebihan kapasitasnya masih lebih dari saratus persen. Lapas Klas IIB Pariaman ini, wilayah kerjanya ada dua daerah, yaitu Kota Pariaman dan Padang Pariaman. 

Dijelaskan Eddy, asimilasi ini diberikan sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Nomor 10 Tahun 2020, tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. 

"Jadi asimilasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dari penyebaran Covid-19," sebutnya. 

Kemudian kata Eddy, warga binaan yang mendapatkan asimilasi ini, yaitu mereka yang dipenjara di bawah 5 tahun. Setelah itu warga binaan yang telah menjalani masa kurungan selama 2/3 dari masa hukuman sebelum tanggal 31 Desember 2020.

"Napi yang tidak termaksud dalam kasus terorisme dan narkoba yang dihukum di atas 5 tahun penjara," ujarnya. 

Eddy menyebutkan, dalam proses pembebasan warga binaan yang mendapatkan asimilasi ini, pihaknya menyerahkan mereka kepada pemerintahan terendah di daerah masing-masingnya. 

"Tujuannya, agar setelah keluar dari Lapas, biar pemerintahan setempatlah yang melakukan pembinaan kepada mereka tersebut. Kemudian supaya walinagari/kepala desa mereka itu bisa membantu untuk memberi penjelasan kepada masyarakat, kalau mereka telah bebas dan sudah menjalani pembinaan di lapas," jelasnya.

(pri/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga