280 Sample Spesimen Covid-19 Telah Diperiksa di Lab Unand, Dr Andika: Hampir 100 Sampel per Hari

280 Sample Spesimen Covid19 Telah Diperiksa di Lab Unand Dr Andika Hampir 100 Sampel per Hari Ketua Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. Andani Eka Putra

Covesia.com - Kepala laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Dr Andani Eka Putra mengatakan 280 sample spesimen pasien PDP dan ODP Covid-19 di sumbar telah diperiksa. Bersama 25 orang staffnya setiap hari Ia melakukan pengawasan berlapis agar tidak terjadi kesalahan dalam pemeriksaan.

"Peralatan labor semua sudah lengkap. Bahkan semua alat labor pribadi yang saya miliki saya hibahkan ke Fakultas Kedokteran. Ini bentuk pengabdian dan perjuangan kita bersama," ungkapnya kepada awak media melalui aplikasi ZOOM yang difasilitasi IJTI Sumbar, Kamis malam (2/4/2020).

Ditambahkan Dr Andani hingga kemarin 280 sample sudah diperiksa.

"Kita hampir memeriksa 100 pemeriksaan perhari. Namun, karena staff saya tidak ekspert semua tidak bisa selesai secepat mungkin," terangnya.

Adapun proses kerjanya kata Dr Andani dirinya perlu melatih banyak tenaga. "Kerja berpasangan, ada supervisor yang mengawasi, lalu ada validator terakhir saya ikut verifikasi," ungkapnya.

Lebih lanjut sistem 25 staff diatur dengan baik, jadi serapi mungkin diusahakan tidak ada kesalahan sebab  dilakukan pengawasan berlapis.

Sementara itu Dr Andani jug menjelaskan proses pemeriksaan di lab FK Unand tersebut. Setelah diterima spesimen, ada 3 jenis yakninya swab hidung, dahak, serta darah yang dikirim dengan form oleh rumah sakit rujukan kita lakukan langkah selanjutnya.

"Karena peralatan kita sudah sesuai standar semua dengan yang dimiliki Litbangkes, lab unand akan melakukan ekstraksi, analisis apakah DNA bagus dn dilanjutkan ke Polymerase Chain Reaction (PCR)," terangnya.

PCR adalah metode pemeriksaan yang prinsip kerjanya memperbanyak (amplification) DNA invitro secara enzimatis. Sebelumnya, tehnik PCR dikembangkan untuk diagnosis berbagai penyakit sdperti infeksi, Hepatitis, HIV, Human Papillomavirus, dan juga M. Tuberculosis.

Untuk melaksanakan PCR, diperlukan reagen khusus pendeteksi SARS-CoV-2. Metode pengetesan spesimen ini dilakukan dengan peralatan khusus dan oleh tenaga medis yang berpengalaman. Sebab itulah tidak semua laboratorium bisa melakukannya.

Disebutkan Dr Andani, pasien pdp samplenya 2, h1 dan h2 kalau kedua-duanya negatif kita putuskan pasien tidak dirawat di ruang isolasi.

"PSR Ini metode terbaik. Tak ada standar di atasnya, kalau PSR positif artinya positif. Namun, ini kita tes sampai 2 atau 3 kali," ujarnya.

Sedangkan jika hasil negatif, mungkin terjadi kesalahan dalam pengambilan sample, salah transaksi DNA, salah PSR atau memang benar-benar negatif. "Maka hasil invalid, kita ulang lagi dengan sample yang ada sampai 2-3 kali," katanya.

(lia)

Baca juga: Lab Unand Dilirik Daerah Luar Sumbar untuk Pemeriksaan Spesimen PDP Covid-19

Berita Terkait

Baca Juga