Ini Bantahan Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual di Payakumbuh

Ini Bantahan Terlapor Dugaan Pelecehan Seksual di Payakumbuh Ilustrasi korban pelecehan seksual (pixabay)

Covesia - Ketiga terlapor dugaan pelecehan seksual (salah satunya ASN Pemko Payakumbuh-red) terhadap wartawati di Kota Payakumbuh pada Senin (9/3/2020) silam, membantah bahwa korban, sebut saja Bunga (17) adalah seorang wartawati. Bagi mereka, korban dikenal sebagai wanita malam yang dalam beberapa kesempatan terlihat berada di tempat hiburan malam.

"Kami akan melaporkan balik bunga ini ke aparat penegak hukum. Dia itu wanita malam yang berkedok wartawati," sebut EB dalam pres rilisnya yang disampaikan ke wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Anggapan Bunga sebagai wanita malam ini, berdasarkan pertemuan EB dan BB dengan Bunga di salah satu lokasi tempat hiburan malam akhir tahun 2019 silam. 

Saat itu EB dan BB bersama puluhan wartawan tengah menikmati hiburan karaoke di salah satu ruangan tempat hiburan malam. Tiba-tiba  Bunga masuk ke dalam ruangan untuk menemani.

Melihat Bunga masuk ke ruangan, EB mengaku ia sangat kaget, karena dinilainya Bunga harus menggeluti profesi sebagai wanita malam. Merasa iba, ia menawarkan bunga untuk alih profesi menjadi seorang jurnalis. 

"Jujur, sebenarnya saya iba dengan Bunga yang harus terjerat di dunia malam. Iseng-iseng saya tawarkan untuk dididik sebagai jurnalis. Tawaran ini disambut Bunga sembari meminta nomor handphone saya saat itu," kata EB.

Kemudian di awal Januari 2020, Disebutkan EB ia dihubungi oleh Bunga untuk menagih janji agar diajarkan menjadi seorang Jurnalis. Janji tersebut dipenuhi dengan membekali Bunga pengetahuan dasar Jurnalistik baik secara teori maupun praktik di lapangan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian EB agar Bunga lepas dari dunia malam.

"Ini awal Bunga terjun di dunia jurnalistik. Saya yang membinanya," sebut EB

Sementara untuk laporan dugaan pelecehan seksual yang disangkakan kepada terlapor, EB membantah hal tersebut. Baginya, Bunga telah merekayasa kasus. Pasalnya, Bunga tidak ada masuk ke rumah untuk menumpang salat Ashar. Bahkan saat itu ketiga terlapor dan Bunga menghadiri acara Fan Bikr ulang tahun Padang TV di kawasan Wisata Harau. Sepulang dari acara, seluruhnya pulang ke rumah masing-masing.

"Jadi kami bertiga difitnah. Rencananya kami akan melaporkan balik Bunga ke penegak hukum," ulasnya. 

(Agg)

Berita Terkait

Baca Juga