Polisi Masih Selidiki Kasus Penganiayaan Terhadap Seorang Pelajar SLB Pariaman

Polisi Masih Selidiki Kasus Penganiayaan Terhadap Seorang Pelajar SLB Pariaman Ilustrasi

Covesia.com - Diduga dianiaya oleh dua orang pemuda, seorang pelajar Sekolah Luar Biasa (SLB) Pariaman, mengalami luka di belakang telinga dan lecet di bagian punggungnya. 

Kejadian itu terjadi pada Jumat (28/02/2020) yang lalu di wilayah hukum Polsek Sungai Limau. Kemudian laporan masuk dari pihak korban pada Sabtu (29/2/2020) ke Polsek Sungai Limau.

Terkait hal itu dibenarkan oleh Kapolsek Sungai Limau, Iptu Nazirwan saat dihubungi covesia pada Selasa (7/4/2020).

"Iya ada laporan penganiayaan terhadap pelajar SLB Pariaman, namun saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan kami," sebut Nazirwan.

Lanjut Nazirwan, korban penganiayaan itu atau pelajar SLB Pariaman tersebut yaitu atas nama Muhammad Idayat (23) yang juga mengalami bisu.

Kemudian Nazirwan juga mengatakan, bahwa baru-baru ini beredar informasi di media sosial bahwa proses hukum kasus penganiayaan tersebut tidak berjalan. 

"Saya perlu tegaskan, bahwa kasus ini masih berjalan dan sekarang ditahap penyelidikan. Jadi kalau ada informasi mengatakan kasus ini tidak berjalan, maka itu tidak benar," kata Nazirwan. 

Nazirwan menjelaskan, kronologis kejadian itu berawal dari korban tengah nongkrong bersama teman-temannya, kemudian melintaslah dua orang (pelaku) yang berboncengan dengan sepeda motor.

"Saat kedua pelaku melintas, korban ini meneriaki dengan nada bisu, yang kemudian dua orang pelaku tadi berbalik arah menuju korban. Saat berhadapan, korban melempar pelaku dengan batu kerikil yang membuat kedua pelaku ini terpancing emosi," ungkapnya. 

Sehingga kedua pelaku ini, membawa korban ke bawah pohon coklat dan melakukan tindakan penganiayaan terhadap korban. Beruntung aksi tersebut diketahui oleh warga sekitar dan langsung melerainya. 

Dikatakan Nazirwan, terkait kasus tersebut pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kemudian juga mendatangkan penerjemah orang bisu untuk mendapatkan keterangan dari korban.

"Saat ini kami sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus ini, satu orang dari pelaku merupakan anak di bawah umur. 

"Jadi untuk satu orang tersangka yang masih di bawah umur, penyelidikannya mengacu pada undang-undang nomor 11 tahun 2012, dimana harus berkoordinasi dengan pihak balai pemasyarakatan untuk pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum," jelasnya. 

(pri)

Berita Terkait

Baca Juga