Satgas Covid-19 Limapuluh Kota Dinilai Lamban, Wabup dan Ketua DPRD Minta Bantuan ke Payakumbuh

Satgas Covid19 Limapuluh Kota Dinilai Lamban Wabup dan Ketua DPRD Minta Bantuan ke Payakumbuh Ilustrasi (Doc.Covesia)

Covesia.com - Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mendadak meminta bantuan ke Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar. Dua pimpinan daerah ini sudah melambaikan tangan dan menyerah dengan pola kerja satgas gugus tugas Covid-19 Kabupaten Limapuluh Kota yang dinilai lamban. 

"Saya dan Deni Asra (Ketua DPRD Limapuluh Kota-red) menyadari betul bagaimana lemah dan lambannya kinerja Satgas Gugus Tugas Covid-19 Limapuluh Kota. Sekarang kami berdua sepakat meminta bantuan ke Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar," sebut Ferizal Kepada Covesia.com, Senin (11/5/2020).

Dicontohkan Wabup, lambannya gerakan dan lemahnya koordinasi satgas dibuktikan dari tracking kasus 01 positif Covid-19 Limapuluh Kota di Manggilang.

Di hadapan awak media, Jubir Satgas menyebutkan telah mentracking 100 lebih warga manggilang yang kontak dengan warga kasus 01 inisial Y. Namun, disebutkan Wabup kenyataannya sampai hari ketiga, satgas baru melakukan tracking dan Swab sebanyak 13 orang.

"Dibilang sudah lakukan 100 lebih ke awak media. Tapi nyatanya di lapangan hanya 13 orang. Saya sudah kehabisan akal bagaimana harusnya bikin satgas yang sudah terbentuk ini bekerja cepat, tanggap dan profesional," kata Wabup.

Karena itu besok, Selasa (12/5/2020) satgas Covid-19 Pemko Payakumbuh akan datang ke Manggilang dan melakukan tracking dan Swab pada 250 - 350 lebih masyarakat Limapuluh Kota.

"Besok 250 lebih warga Limapuluh Kota akan di Swab oleh Pemko Payakumbuh. hal ini sudah direstui oleh Pemprov," katanya.

Swab yang dilakukan oleh Pemko Payakumbuh akan dilakukan dengan jemput bola dengan menyiapkan alat maupun fasilitas lapangan.

"Besok jemput bola ke rumah-rumah masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu ke RSUD Suliki. Ini bisa berbahaya karena OTG sesama OTG dilarang bersua. Ini bisa lebih berbahaya dan prosedurnya memang begitu," katanya.

Wabup yang juga wakil ketua satgas gugus tugas Covid-19 ini mengaku terpaksa mengambil alih tugas ketua satgas. Hal ini bukan berdasarkan wewenang, namun karena kemanusiaan dan prioritas.

"Nanti bakal banyak orang yang akan menyinggung wewenang. Perlu ditekankan, secara waras dalam kondisi seperti ini harus mengedepankan rasa kemanusiaan dan memprioritaskan kemaslahatan banyak orang," tegas Wabup.

Untuk bantuan ini, Wabup sudah berkoordinasi dengan Walikota Payakumbuh, Riza Falepi dan malam nanti bertemu dengan Kadis Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal.

Sementara itu, Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mengaku siap memasang badan untuk demi kepentingan orang banyak dan kemanusiaan. 

"Kalau saya nanti jadi tumbal, tidak masalah. Yang jelas selamatkan dulu ratusan ribu masyarakat Limapuluh Kota," tegas Deni.

Menurut Deni, Janji Dinas Kesehatan akan letakkan alat pengambil sampel Swab dan petugas di Pangkalan tidak terealisasi dengan baik. Bahkan di Kapur 9 tidak ada sama sekali.

"Janji Kadis hari Minggu sudah terealisasi. Tapi sekarang hari senin, belum juga datang alat dan petugas. Apalagi di Kapur 9. Ini alasan kami minta bantu ke Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar. Bahwa Satgas tidak serius dan lamban bergerak," katanya. 

(Agg) 


Berita Terkait

Baca Juga