PSBB Tahap 3 atau New Normal, Bupati Pasaman: Kita Siap Saja

PSBB Tahap 3 atau New Normal Bupati Pasaman Kita Siap Saja Bupati Yusuf Lubis bersama aparat gabungan disela-sela percobaan new normal di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Kamis (28/5/2020).

Covesia.com - Bupati Pasaman sekaligus ketua Gugus tugas percepatan penanggulangan Virus Corona (Covid-19) Kabupaten Pasaman, Yusuf Lubis mengaku siap menjalankan perpanjangan masa PSBB tahap III ataupun ke masa new normal.

"Secara umum kita siap sesuai arahan Pemprov Sumbar nantinya. Meskipun demikian, apakah Sumbar akan melakukan perpanjangan masa PSBB tahap ke III, atau pemberlakun program New Normal akan diputuskan oleh pemerintah pusat dan pemprov Sumbar lewat Viscon siang ini," terang Yusuf Lubis disela-sela percobaan new normal di Pasar Lama Lubuk Sikaping, Kamis (28/5/2020).

Pemkab Pasaman melalui Gugus Tugas PPVC-19 menyatakan PSBB sangat berhasil dan sangat banyak manfaatnya untuk Kabupaten Pasaman khususnya.

"Sebelum PSBB diberlakukan, di Pasaman sempat terpapar 2 (dua) orang dan telah selesai manjalani masa perawatan. Namun, pasca dua tahap PSBB diberlakukan, alhamdulillah ke dua pasien positif covid 19 tersebut telah pulih, dan tidak ada penambahan suspect corona baru," ungkap Bupati Yusuf Lubis.

Selanjutnya kata dia, berdasarkan informasi badan Kesehatan dunia WHO, jika dalam waktu 10 hari ini tidak ada yang terpapar, maka WHO menganggap daerah dimaksud sudah normal kembali.

"Alhamdulillah sampai hari ini, di hari kesebelas pasca pasien positif Covid-19 Pasaman pulih, wilayah Kabupaten Pasaman masih dalam stutus 'zero' covid 19," sebutnya.

Menurutnya, bagi Kabupaten Pasaman masa pemberlakuan PSBB memberikan keuntungan dan manfaat yang besar, apalagi di daerah ini tidak ada industri, tidak ada mall, dan tidak ada bioskop, dan 70% masyarakat Kabupaten Pasaman adalah petani.

"Dengan adanya PSBB ini sangat bermanfaat dan malah dapat memperkuat aktifitas masyarakat dalam bekerja di sektor pertanian, dan sama sekali tidak ada PHK disini," ujarnya.

Yusuf Lubis menyadari, yang jadi masaalah hanyalah pelaksanaan aktifitas keagamaan di tengah-tengah masyarakat, terutama shalat Ied ataupun shalat jum’at berjamaah.

Terakhir diusulkan kepada pihak Provinsi untuk dapat melakukan 500 uji swab lagi terhadap warga Pasaman yang memiliki riwayat perjalanan atau diduga terjangkit Covid-19.

(hri)

Berita Terkait

Baca Juga