Masih dalam Pandemi Covid-19, Wali Kota Bukittinggi Putuskan Sekolah Dimulai Bulan Juli

Masih dalam Pandemi Covid19 Wali Kota Bukittinggi Putuskan Sekolah Dimulai Bulan Juli Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias (Foto: Debi)

Covesia.com - Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), Ramlan Nurmatias memutuskan untuk memulai kegiatan belajar di sekolah pada bulan Juli 2020.

Meski masih dalam pandemi Covid-19, keputusan itu diambil usai Bukittinggi menyatakan keluar dari perpanjangan PSBB Sumbar.

"Kita sudah melakukan rapat dengan forkopimda Bukittinggi, bahwa kita tidak memperpanjang PSBB dan sekolah akan dimulai pada Juli 2020," katanya, Kamis (28/5/2020).

Kendati demikian, kata Ramlan penerapan belajar mengajar di sekolah akan tetap menerapkan sistem protap Covid-19 untuk mencegah penularan Covid-19 tersebut.

Ia menyebutkan bahwa untuk sekolah Paud, TK dan SD kelas 1 dan 2 masih tetap akan diliburkan hingga waktu yang tidak ditentukan. Sedangkan untuk SD kelas 3 hingga tingkatan atasnya akan kembali bersekolah di bulan Juli.

"Keputusan bersekolah kembali ini telah kita matangkan dengan berbagai pihak dan selama sekolah nanti siswa maupun guru diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan sebelum memulai aktivitas belajar," jelasnya.

Sedangkan untuk sistem kegiatan belajar mengajar nanti, terang Ramlan, jam pelajaran akan dipersingkat menjadi 3,5 jam tanpa istirahat. Dan sekolah nantinya akan menggunakan dua shift setiap kelasnya, dimana satu kelas hanya berisikan 15 murid dan untuk shift berikutnya akan dilanjutkan dengan pelajaran yang sama yang diberikan pada shift sebelumnya.

Sebelum sekolah dimulai, pemko Bukittinggi akan melakukan penyemprotan di sekitar sekolah dan sebanyak lebih kurang 2.000 guru akan dilakukan rapid test.

Selama penerapan sistem belajar di sekolah selama pandemi Covid-19, guru dan orangtua murid akan saling berkoordinasi melakukan aplikasi whatsApp. Dimana setelah siswa diantara sekolah orangtua akan melaporkan bahwa anaknya telah berada di area sekolah begitu juga sebaliknya, jika kegiatan belajar usai, guru akan memberitahukan orangtua murid bahwa siswa sudah selesai belajar dan bisa menjemput ke sekolah.

"Ini dilakukan agar siswa tidak berkeliaran atau bermain usai jam pelajaran sekolah. Orangtua menjemput siswa langsung hingga pintu gerbang sekolah agar menghindari siswa bermain dan berkumpul bersama temannya," ungkapnya.

(deb)

Berita Terkait

Baca Juga