Polres Mentawai Ringkus Tersangka Dugaan Pencabulan Terhadap Anak di Sipora

Polres Mentawai Ringkus Tersangka Dugaan Pencabulan Terhadap Anak di Sipora Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara, saat melakukan pengungkapan kasus pencabulan di daerah itu, Jumat (29/5/2020)(Foto: Patrisius Sanene)

Covesia.com - Polres Kepulauan Mentawai mengamankan seorang  pendeta berinisial RP (46) di Sipora Utara atas dugaan pencabulan anak di bawah umur.

Tersangka RP menyerahkan diri ke Polres Mentawai dengan diantarkan langsung oleh pihak keluarganya pada Selasa (26/5/2020).

Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Dody Prawiranegara mengatakan bahwa RP mencabuli korban berinisial KL (16) saat berada di rumah RP.

Korban merupakan anak asuh orang tua tersangka yang diambil dari sebuah yayasan panti asuhan di Kota Padang.

"Kejadian berawal pada Januari 2020, saat itu korban sedang memasak di rumah tersangka RP.  Kemudian pelaku menyetubuhi korban di dapur rumah pelaku. Kejadian tersebut terulang  hingga bulan Februari 2020," kata AKBP Dody Prawiranegara, Jumat (29/5/2020).

Selanjutnya, pada Maret 2020, korban disuruh bekerja merawat orang tua tersangka yang berada di Sioban Kecamatan Sipora Selatan sebagai ART (Asisten Rumah Tangga). 

Selama berada di rumah orang tua tersangka, RP kembali mengulang perbuatan bejatnya tersebut hingga Mei 2020.

"Tidak ada yang mengetahui kejadian ini, korban merasa tertekan, dan tertutup melaporkannya tentang apa yang telah dialaminya," ungkap Dody.

Terungkapnya kasus ini ada karena korban pernah bercerita kepada seorang Bidan di daerah itu.

Selanjutnya Bidan tersebut  menceritakan kepada orang tua KL yang kebetulan bertemu saat ibadah di Saureinu.

Orang tua korban kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada seorang pendeta di Saureinu, lalu pendeta menyampaikan informasi kepada pengurus yayasan panti asuhan di Padang.

Dari informasi tersebut, Selasa, (26/5/2020) Satreskrim Polres Kepulauan Mentawai melakukan penyelidikan ke lapangan dan  menghimpun bukti tindak pidana pencabulan terhadap anak yang disertai persetubuhan dengan anak di bawah umur.

Dodi Prawiranegara mengatakan akan memberikan pasal dan ancaman hukuman yang terberat atas perbuatan pelaku. 

"Saya koordinasi dengan PPA di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk terus memberikan pendampingan kepada korban agar traumatik  tidak berkelanjutan,” ujar Dody Prawiranegara.

Ia berharap adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan jika ada kasus serupa. 

Saat ini kata Dody, pelaku beserta barang bukti lainnya kini sudah diamankan di Mapolres Kepulauan Mentawai.

Atas tindakannya, tersangka diancam dengan pidana  pasal berlapis yakni pasal 81ayat (1) jo pasal 82 ayat (1), jo pasal 76 jo pasal 76D,76E Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2014 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, kemudian jo Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan pasal 64 ayat (1) KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana).

Kontributor: Kornelia Septin Rahayu


Berita Terkait

Baca Juga