Alumni UNP Angkat Bicara Soal Foto Spanduk 'Copot Rektor'

Alumni UNP Angkat Bicara Soal Foto Spanduk Copot Rektor Ilustrasi Universitas Negeri Padang (Foto: unp.ac.id)

Covesia.com - Beredarnya foto sekelompok orang yang membawa spanduk bertuliskan "Copot Rektor UNP Terlibat Kasus Korupsi" beberapa alumni UNP pun angkat bicara. 

Salah satunya Wendi yang juga Badko HMI Sumbar, Ia mengaku heran dengan aksi yang mengatasnamakan "Solidaritas Mahasiswa Minang" tersebut terkesan seperti ada yang menunggangi. 

Sebab katanya peserta aksi tersebut tidak jelas identitasnya siapa dan yang jelas tidak memakai baju almamater yang menandakan mantan mahasiswa.

"Saya sebagai Alumni mengecam aksi tersebut jika memang ada oknum yang sengaja menunggangi karena sudah mencemari nama baik kampus UNP", ujar Wendi pada media ini Sabtu (30/5/2020). 

Menurut Wendi jika ada masalah dengan dugaan korupsi sebaiknya diserahkan kepada Hukum yang berlaku untuk memproses. 

"Tuntutan untuk meminta rektor mundur juga sangat tidak rasional. Hal ini mengindikasikan adanya politik yang tidak sehat di internal kampus", katanya. 

Karena Universitas Negeri Padang (UNP) baru saja selesai melaksanakan pemilihan rektor dan Prof. Ganefri kembali terpilih untuk periode ke 2 kalinya.

"Idealisme Bukan Untuk Diperjual Belikan", tegas Wendi. 

Demikian pula dengan Geri ketika dimintai pendapatnya akan hal aksi tersebut dirinya sangat menyayangkan adanya kelompok yang mengatasnamakan diri sebagai Solidaritas Mahasiswa Minang Jakarta yang menuntut kementerian pendidikan untuk mencopot rektor Universitas Negeri Padang (UNP)  

"Aksi membawa spanduk bertuliskan copot Prof Ganefri terlibat kasus korupsi, padahal tidak ada satu lembaga resmi dan Institusi yang berwenang yang menyatakan rektor UNP terlibat korupsi", ujarnya melalui pesan WhatsApp. 

"Menurut hemat saya sebuah aksi dilakukan atas kebuntuan komunikasi dengan pihak yang dikritisi bukan menebar fitnah-fitnah yang menyesatkan yang justru membuat buruk citra institusi dan pimpinan lembaga yang baru saja terpilih sebagai rektor untuk kedua kali dengan kemenangan suara yang sangat mutlak", ujarnya.

Tidak ada yang melarang kepada siapapun di republik ini untuk menghidupi sendi - sendi berdemokrasi karena dilindungi oleh Undang-undang tapi tidak dengan menyebar fitnah-fitnah. 

"Jelas dengan tuntutan mencopot rektor UNP karena korupsi mengisyaratkan aksi tanpa kajian tapi seperti pesanan. Saya menghimbau kepada mahasiswa aksi jika ini pesanan jangan gadaikan idealisme kalian, "idealisme bukan untuk di perjual belikan".tandas Geri. 

(ril/don)

Berita Terkait

Baca Juga