Masyarakat di Limapuluh Kota Blokir Tambang Batu Terkait Masalah Tanah Ulayat

Masyarakat di Limapuluh Kota Blokir Tambang Batu Terkait Masalah Tanah Ulayat QWarga memblokir aktivitas salah satu area Tambang Batu Andesit di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Senin (1/6/2020)

Covesia.com - Ratusan masyarakat dari Kaum Datuk Sutan Sinaro di Kenagarian Tanjung Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota memblokir aktivitas salah satu area Tambang Batu Andesit di daerah tersebut, Senin (1/6/2020). Masyarakat meminta perusahaan untuk mengalihkan kembali hak kaum Datuk Sutan Sinaro yang sejak tahun 2014 dirasa beralih ke orang lain.

Informasi yang dihimpun Covesia.com, kisruh soal hak ulayat Datuk Sutan Sinaro ini sudah berlangsung sejak tahun 2014 silam. Di mana tahun 2014 ini ada pengalihan pengelola perusahaan tambang dari PT Alisa Paparan Energy ke CV Tekat Jaya. 

Masyarakat yang melakukan pemblokiran ini merasa ada pihak lain yang mengaku sebagai kepala kaum Datuk Sutan Sinaro dan mendapatkan hak ulayat hingga sekarang. 

"Kami memblokir tambang ini karena perusahaan salah memberikan hak ulayat. Yang mendapatkan hak ulayat sampai sekarang ini orang lain. Mereka bukan datuk kami maupun bagian dari kami," Sebut jubir aksi pemblokiran, Solvianis kepada Covesia.com. 

Disebutkannya, pemblokiran kali ini adalah aksi yang kedua kali. Yang pertama berlangsung.pada tanggal 9 Mei 2020 silam. 

"Ini aksi yang kedua. Sebelumnya kami melakukan aksi bulan puasa kemarin," katanya.

Dalam aksi ini, masyarakat dari Kaum Datuk Sutan Sinaro meminta kepada perusahaan untuk mengalihkan hak ulayat kepada Bustanul Arifin Datuk Sutan Sinaro.

"Yang datuak kami itu Bustanul Arifin. Bukan yang menerima hak ulayat sekarang. Jika dilihat dari silsilah, yang menerima sekarang itu dari kaum lain. Mereka dari Sutan Bagindo Nan Pucuak," sebutnya.

Aksi pemblokiran, kata Solvianis, akan berlangsung sampai pihak perusahaan mengalihkan hak ulayat kepada Bustanul Arifin Dt Sutan Sinaro. 

Sampai berita ini ditayangkan, Covesia.com belum bisa mengonfirmasi PT Tekat Jaya dan Sutan Bagindo Nan Pucuak karena masih berada di dalam lingkungan perusahaan. 

(agg/rdk) 

Berita Terkait

Baca Juga