Polisi Masih Selidiki Peristiwa Ambruknya Sisa Pembongkaran Jembatan di Padang Pariaman

Polisi Masih Selidiki Peristiwa Ambruknya Sisa Pembongkaran Jembatan di Padang Pariaman Sisa pembongkaran jembatan Kayu Gadang, di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, yang ambruk kemarin sore, Selasa (2/6/2020)(Foto: Istimewa)

Covesia.com - Polres Padang Pariaman masih melakukan penyelidikan terhadap peristiwa ambruknya jembatan Kayu Gadang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang membuat satu orang meninggal dunia. 

"Saat ini kami masih menyelidiki penyebab terjadinya perisitiwa tersebut," sebut Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, Iptu Abdul Kadir Jailani, pada Rabu (3/6/2020).

Lanjut Abdul, setelah melakukan evakuasi terhadap korban, pihaknya juga sudah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP), dan juga meminta keterangan awal terdap saksi yang ada di lokasi.

"Kami sudah buatkan laporan polisinya, dan dalam waktu dekat akan dilakukan pemanggilan saksi," ujarnya. 

Abdul menyebutkan, dalam perkara itu pihaknya akan melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait dalam peristiwa tersebut, mulai dari pihak yang mengerjakan, pengawas, serta dinas terkait dalam proyek tersebut.

"Kami akan periksa apakah pengerjaan proyek itu sudah sesuai dengan SOP atau tidak. Mulai hari ini kami akan melakukan pemanggilan para saksi guna mengumpulkan bukti dari peristiwa tersebut," jelasnya.

Baca juga: Pembongkaran Sisa Jembatan Kayu Gadang Padang Pariaman Tewaskan Pekerja

Dari data yang dihimpun ada lima korban, yaitu, Adek (35) dan Pen (45) merupakan warga Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Kemudian, David (30) warga Lubuk Buaya, Kota Padang dan Edo (28) warga Kecamatan Lubuk Alung. 

Sedangkan korban yang meninggal dunia ada satu orang yaitu atas nama Haibul Rasyid Hasibuan (27), warga Padang Sidempuan, Sumatra Utara.

"Sedangkan keempat korban lainnya mengalami luka berat," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, bahwa jembatan itu ambruk pada Selasa (2/6/2020 sekitar pukul 16.00 WIB, saat itu korban tersebut hendak melakukan pembongkaran jembatan. Namun naasnya jembatan itu ambruk sehingga menimpa pekerja tersebut. 

Jembatan itu dibongkar karena akan dilakukan pembangunan jembatan permanen dengan nilai kontrak sekitar Rp22 miliar yang dananya dari pemerintah pusat.

Makanya untuk membangun jembatan permanen, pihak kontraktor membongkar jembatan darurat yang dibangun pada akhir 2017 lalu, serta sisa jembatan yang ambruk pada tahun yang sama.

(per)


Berita Terkait

Baca Juga