"Nagari Tageh Rumah Gadang" jadi Percontohan Masyarakat Berdaya Hadapi Covid-19 di Padang

Nagari Tageh Rumah Gadang jadi Percontohan Masyarakat Berdaya Hadapi Covid19 di Padang Wagub Sumbar, Nasul Abit didampingi Kapolda Sumbar, Irjen Pol Toni Harmanto, saat meninjau kawasan "Nagari Tageh Rumah Gadang" di Komplek Puti Berlindo Sumbar Mas RT 04 RW 15 di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Kecamatan Padang Timur, Kamis (25/6/2020)(

Covesia.com - Wakil Gubernur Nasrul Abit bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Jajaran Korem 032 Wirabraja dan pejabat utama Polda Sumbar meninjau kawasan "Nagari Tageh Rumah Gadang" Komplek Puti Berlindo Sumbar Mas RT 04 RW 15 di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Kecamatan Padang Timur, Kamis (25/6/2020).

Kedatangan rombongan tersebut disambut oleh Walikota dan Wakil Walikota Padang dan warga setempat untuk melihat pelaksanaan Nagari Tageh dalam tatanan hidup "Normal Baru" di Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, sekaligus melaunching kegiatan ini. 

Dalam kunjungan itu, rombongan tersebut melihat kesiapan Nagari Tageh di daerah itu sudah siap dalam menghadapi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 yang jumlah penduduk kurang lebih 228 jiwa. Nagari Tageh ini telah menyediakan posko relawan, tempat cuci tangan, alat penyemprot disinfektan, thermo gun dan APD.

"Kita sudah melihat kesiapan komplek ini, setiap rumah menyediakan tempat cuci tangan. Ini bisa jadi program percontohan bagi kampung atau nagari lain," ucap Nasrul Abit, dalam keterangan resminya yang diterima.

Wagub Sumbar mengapresiasi Nagari Tageh di Perumahan Sumbar Mas tersebut. Kekompakan dan tingkat disiplin warga sangat tinggi. Ia mengatakan kesiapan perumahan Sumbar Mas sangat lengkap dengan menyediakan berbagai posko, seperti posko tanggap Covid-19, posko kongsi Covid (Tangguh Kesehatan), posko kongsi tertib (tangguh Keamanan) dan posko dapur umum (ketahanan pangan).

"Seperti yang kita harapkan, seluruh warga disini siap siaga dalam menghadapi adanya Covid-19 di daerahnya. Dengan menyiapkan rumah sebagai ruang isolasi mandiri," katanya.

Ini adalah suatu modal yang perlu ditiru oleh kabupaten kota lain, suatu nagari, desa dan kelurahan yang bisa menjadi contoh seperti ini. Mereka juga menerapkan bidang keagamaan untuk nagari ini, jadi ilmu kaedah tetap jalan, kemudian dibidang UKM seperti kerupuk jangek dan lain sebagainya.

Selanjutnya Wagub Sumbar juga mengatakan nagari yang tageh seperti ini maksudnya negeri yang kuat dan tangguh, jadi orang di Sumatera Barat disebut tageh ibarat pekerja keras dan tangguh siap dalam kondisi apapun untuk menangani permasalahan - permasalahan yang terjadi.

"Ini tanggung jawab kita bersama, makanya disiplin warga sangat dibutuhkan disini," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan kampung tangguh merupakan salah satu program dari Presiden RI dan Kapolri.

"Semangat gotong royong dan kearifan lokal sangat kuat disini. Semoga dapat jadi contoh daerah lain," ujar Kapolda.

Selain itu Kapolda Sumbar juga menambahkan ini sebetulnya instruksi presiden yang dijabarkan oleh Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian bersama-sama dengan TNI, prosesnya adalah aspek keamanan, aspek medisnya, sosial, dan aspek lainya.

"Ini untuk menjawab isu-isu dan penanganan Covid yang ada di masyarakat dan ini semua dapat  menjadi contoh bagi tempat yang lain, dalam antisipasi penanganan wabah virus ini," kata dia.

(ril/don)

Berita Terkait

Baca Juga