Penerapan Normal Baru di Dharmasraya: Bukan Berarti Pandemi Sudah Berakhir

Penerapan Normal Baru di Dharmasraya Bukan Berarti Pandemi Sudah Berakhir Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmadian S sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya

Covesia.com - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, melalui dinas kesehatan setempat mengingatkan warga agar tidak salah paham terhadap penerapan normal baru. 

Kepala Dinas Kesehatan dr Rahmadian S sebagai Juru bicara Penanganan Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya mengatakan, dengan diterapkannya normal baru, bukan berarti menormalkan kembali kebiasaan lama sebelum pandemi. 

"Kta harus terbiasa dengan kehidupan baru yaitu harus sesuai protokol kesehatan. Mungkin di kabupaten kita sudah empat minggu tidak ada penambahan kasus, tapi pandemi Covid-19 masih ada di kabupaten dan kota lain yang terjadi peningkatan kasus Covid-19," katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Covesia.com, Kamis (2/7/2020).

Untuk itu, lanjut dia, aturan pemakaian masker, tetap cuci tangan dan jaga jarak harus menjadi kebiasaan di masyarakat. 

Normal baru bertujuan untuk mengimbangi sektor lain, agar perekonomian dan kesejahteraan masyarakat masih tetap berjalan. Namun dalam prosesnya harus berjalan aman dari Covid-19 menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

Pemkab Dharmasraya mengimbau seluruh warga yang pulang dari luar daerah, dan yang sedang mengalami ISPA untuk langsung memeriksakan diri melalui puskesmas untuk dilakukan swab test. 

"Tujuannya, agar kita mengimbangi tatanan hidup baru yang aman Covid19 dengan terus skrining kasus Covid19 secara dini," imbuhnya.

Tidak hanya itu, katanya, kepada masyarakat diharapkan agar mempertimbangkan manfaat dan mudarat jika tetap berbelanja di tempat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, terutama berbelanja kuliner yang makanan yang terbuka.

(ril)

Berita Terkait

Baca Juga