Dituding Terlibat Cemarkan Nama Baik Mulyadi, Indra Catri Siapkan Langkah Hukum

Dituding Terlibat Cemarkan Nama Baik Mulyadi Indra Catri Siapkan Langkah Hukum Didampingi Kuasa Hukum, Bupati Agam Indra Catri klarifikasi tudingan tersangka pencemaran nama baik Mulyadi, Minggu (5/7/2020)(Foto: Fakhruddin)

Covesia.com - Ardyan selaku Kuasa Hukum Bupati Agam Indra Catri menyebut pihaknya akan menyiapkan langkah-langkah hukum dalam menyingkapi penyataan Eri Syofiar, salah seorang tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik Anggota DPR RI Mulyadi.

"Kita akan siapkan segera langkah-langkah hukum," ujarnya saat konferensi pers di Padang, Minggu (5/7/2020).

Dia menuturkan dirinya mengetahui surat pernyataan Eri, yang berisi permohonan maaf kepada Mulyadi, di pemberitaan media massa.

Baca juga: Polda Sumbar Periksa Bupati Agam Terkait Dugaan Pencemaran Nama Baik Anggota DPR RI

Dalam surat pernyataan itu, kata dia, Eri juga mengaku diperintah Indra untuk membuat akun Facebook atas nama Mar Yanto. Seluruh postingan Facebook di akun tersebut diberi persetujuan Martias Wanto selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Agam.

"Dalam surat pernyataan dan permohonan maaf itu memang di sini kiat menduga telah terjadi sebuah tindakan pencemaran nama baik. Dan ini tidak hanya pencemaran nama baik kepada seorang Indra Catri, tapi kepada pejabat negara yang sedang menjalankan tugasnya," jelasnya.

Hal ini dikarenakan, di dalam surat pernyataan itu, Eri  mengatakan yang menyuruhnya adalah Bupati Agam. "Jadi, ini bukan Indra Catri sebagai individu, tapi sebagai Bupati Agam," imbuhnya.

Selanjutnya, pihaknya juga mencermati surat pernyataan Eri tersebut. "Pertanyaannya yang mana lebih tinggi Bupati atau Sekda. Masak Bupati yang menyuruh dan meminta Sekda untuk meng-upload," ujarnya.

Kemudian, pihaknya juga sedang menelusuri siapa pembuat surat tersebut.

"Saat ini, ES (Eri Syofiar) sedang ditahan. Surat pernyataan ini dibuat dengan ketikan. Saya tidak tahu ngetik di mana. Apakah betul ini kalimat dari ES atau kalimat yang sudah didesain pihak lain. Ini sedang kita telusuri. Bisa jadi ada pihak lain yang terlibat dalam terbitnya surat pernyataan dan surat permohonan maaf ini," imbuhnya.

Sebelumnya disebutkan, dalam menyingkapi tuduhan Eri tersebut, Indra menyerahkan langkah-langkah hukum yang akan diambil kepada kuasa hukumnya. Indra juga membantah tuduhan Eri tersebut.

"Pernyataan itu tidak berdasar secara fakta hukum," ujarnya.

Perlu diketahui, seperti diberitakan sebelumnya, Eri merupakan salah seorang tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi melalui akun Facebook atas nama Mar Yanto.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan peran Eri dalam kasus tersebut adalah pembuat akun itu.

Eri sendiri merupakan seorang pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.

Selain Eri, polisi juga menetapkan dua tersangka lain yaitu Robi Putra dan Rozi Hendra. Peran Robi yaitu mengirim foto kepada Eri, sedangkan peran Rozi, kata Stefanus adalah memposting.

Ada 14 saksi yang telah diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi ini, termasuk di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Martias Wanto dan Bupati Agam Indra Catri.

Penyelidikan dilakukan menindaklanjuti laporan Refli Irwandi (40), Kamis (4/5/2020), dengan nomor LP/191/V/2020/SPKT Sbr terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Mulyadi melalui akun Facebook Maryanto yang diduga akun bodong

Postingan tersebut dilihat saksi pelapor Refli Irwandi (40), pada Kamis (23/4/2020) sekira pukul 17.00 WIB, saat berada dirumahnya.

"Saksi pelapor menggunakan perangkat elektronik berupa handphone dan membuka aplikasi Facebook, kemudian melihat foto-foto dengan seorang perempuan disertai tulisan dengan kata-kata yang tidak pantas," terang Stefanus.

(fkh)

Baca juga: Indra Catri Bantah Jika Tersangka Pencemaran Nama Baik Mulyadi Adalah Orang Suruhannya

Berita Terkait

Baca Juga